Jepang Mulai Studi Kelayakan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Tahun 2017

– Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa studi kelayakan atau feasibility study (FS) Jakarta- akan mulai dilaksanakan awal tahun 2017 mendatang. Studi kelayakan tersebut dilakukan antara Indonesia dengan Jepang.

Luhut sendiri beberapa waktu lalu sudah membahas proyek tersebut dengan pemerintah Jepang agar bersedia untuk mempercepat proses studi kelayakan Kereta Jakarta-Surabaya.

“Kita juga ingin lihat studi mengenai cepat 200 km ini Jakarta-Surabaya. Karena ini punya impact yang luar biasa. Yaitu kita berharap kalau boleh sih first quarter paling lambat second quarter 2017 bisa kita mulai,” ujarnya.

Luhut menjelaskan, nilai investasi proyek KA cepat Jakarta-Surabaya itu diprediksi mencapai angka USD 3 miliar. Sampai saat ini Jepang telah dipastikan sebagai peminat proyek tersebut. “Nilainya cukup besar. Saya kira bisa berkisar hampir USD 2,5 sampai USD 3 miliar,” kata Luhut.

Meski baru rencana, kereta api itu kelak tak akan lagi melalui 1.000 lintasan sebidang yang sudah ada. “Jadi yang ada sekarang saja kita perkuat bantalannya dan kemudian penyeberangan itu kita buat dari bawah. Sehingga dengan demikian tidak ada lagi berhenti palang-palang yang menimbulkan banyak korban. Itu ada 1.000 titik kurang lebih,” beber Luhut.

Bahkan menurutnya konsep KA semi cepat Jakarta-Surabaya juga akan terintegrasi dengan fasilitas strategis yang lain. “Sekarang (rencananya) sudah terintegrasi,” ungkap Luhut.

Kereta semi cepat tersebut akan melaju dengan kecepatan sekitar 200 km per jam. Angkutan peti kemas dry port antara Jakarta, , dan Surabaya nantinya dapat menggunakan KA Jakarta-Surabaya. “Dan kita, itu kan kereta api cepat itu hanya mempercepat 200 km. Dan kalau itu jadi dampak ekonominya kan luas. Kan jadi cepat kemudian juga pengangkutan kontainer juga lebih banyak,” katanya.

Pemerintah juga turut menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pengerjaan proyek tersebut. Kabarnya dalam waktu dekat ini akan ada pertemuan antara pemerintah Jepang dan Menteri BUMN, Rini Soemarno. “Kereta api cepat 200 km itu Jakarta-Surabaya yang juga sebenarnya sudah disepakati waktu itu. Nanti dengan Ibu Rini akan kita bicarakan,” tutup Luhut.