Jogja Jadi Rute Kereta Api Favorit Masyarakat untuk Berlibur

Mukti Jauhari, Corporate Deputy Director of Passenger Transport - twitter.com
Mukti Jauhari, Corporate Deputy Director of Passenger Transport - twitter.com

Jakarta – Selain pesawat terbang, menjadi alternatif moda favorit masyarakat Indonesia untuk melakukan liburan. Rupanya dari sekian banyak yang dilayani oleh (KAI), ada sejumlah destinasi yang menjadi favorit masyarakat. Bahkan menuju rute-rute tersebut akan habis terjual ketika menjelang weekend atau libur panjang.

Destinasi seperti Jogja alias Yogyakarta ternyata jadi salah satu tujuan utama para pelancong untuk berlibur di Pulau Jawa. Tak heran jika sejumlah tiket KA tambahan menuju Yogyakarta biasanya akan selalu ludes. “Destinasi wisata yang paling favorit didatangi wisatawan dengan naik kereta api ke Jogja. Itu yang paling banyak,” ungkap Mukti Jauhari, Corporate Deputy Director of Passenger Transport di Jakarta Railway Center, Jakarta, Rabu (26/7), seperti dilansir Detik.

“Setelah ada tambahan KA, seperti Purwokerto dan ke arah timur juga semakin ramai. Di posisi berikutnya ada ke Bandung lalu Malang dan disusul ke Surabaya. Bandung belakangan ini juga mulai penuh seiring adanya  double decker di tol Bandung,” papar Mukti.

Di daerah Jawa Timur sendiri kota-kota seperti Surabaya dan Malang menjadi rute yang permintaan tiketnya tinggi. “Malang cukup tinggi, Surabaya juga cukup tinggi tapi karena kereta api yang lebih banyak ke Surabaya, Surabaya demand-nya paling tinggi dibanding Malang,” kata Mukti.

Tren perjalanan dengan menggunakan kereta api pun setiap tahun selalu mengalami peningkatan yang signifikan. Hal tersebut diakibatkan karena beberapa kondisi seperti jalanan yang sudah semakin padat. “Tren angkutan dari 2016 naik 10 persen. Di 2017 tambah 15 persen sampai bulan ini. Mungkin karena adanya tambahan kereta dan animo masyarakat lebih tingi. Di tahun ini sudah terhitung 72 juta tahun dengan total tahun lalu sekitar 69 hampir 70 juta,” tuturnya.

Kereta api sendiri menawarkan keunggulan waktu tempuh dibandingkan moda transportasi yang lain. “Tingkat okupansi dipengaruhi waktu tempuh Jakarta-Bandung saat ini menggunakan mobil selama 5 jam. Maka KAI ambil celah dengan menambah dan meningkatkan frekuensi sehingga memungkinkan diraihnya market baru,” ucap Mukti.

Pihak KAI pun akan menambah perjalanan kereta Jakarta-Bandung dari 20 menjadi 28 perjalanan. Akan tetapi untuk sementara ini hanya rangkaian KA yang saja yang ditambah dari 10 menjadi 12 gerbong. “Pada hari-hari tertentu seperti Senin pagi ada tambahan KA. Saat ini weekend ada 22-24 perjalanan dan di weekday ada 20. Minggu depan mulai dicoba 28 perjalanan karena setiap jam penuh yang mengangkat orang kerja,” tutupnya.