Jumlah Penumpang Kereta Api Selama Januari 2017 Turun 3,74%

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data berbagai moda selama Januari 2017. Jumlah pengguna jasa dilaporkan mengalami penurunan sebesar 3,74% menjadi 30,9 juta orang jika dibandingkan bulan Desember 2016.

Selain angkutan penumpang, jumlah yang diangkut oleh kereta api juga turun 0,30% menjadi 3,3 juta ton. Apabila dibandingkan dengan Januari 2016, jumlah penumpang kereta api mengalami kenaikan 9,14% dan jumlah angkutan juga naik 12,34%.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Januari 2017 turun 6,63% dibanding Desember 2016, dari 7,79 juta penumpang menjadi 7,27 juta penumpang. Menurut Kepala BPS Suhariyanto, penurunan ini terjadi di Internasional Soekarno-Hatta sebesar 13,19%, Juanda Surabaya 3%, dan Ngurah Rai Bali 1,67%.

“Meski mengalami penurunan dibanding Desember 2016 yang merupakan musim liburan, jumlah pada Januari 2017, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, mengalami kenaikan  15,04%,” ungkap Suhariyanto, Rabu (1/3).

Menurut data dari BPS, jumlah penumpang tujuan luar negeri atau internasional mengalami penurunan 8.14% menjadi 1,3 juta orang bila dibandingkan dengan periode Desember 2016 yang sekitar 1,46 juta orang. Tetapi bila dibandingkan dengan periode Januari 2016, jumlah penumpang internasional naik 9,29%.

Sedangkan jumlah penumpang angkutan laut domestik selama Januari 2017 adalah 1,3 juta penumpang, turun 2,69% dari bulan Desember 2016, sementara itu jumlah angkutan barang melalui jalur laut turun 4,72% ke 21,4 juta ton.

Bila dibandingkan dengan Januari 2016, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mengalami penurunan sebesar 21,47% dan angkutan barang naik 6%. “Penurunan jumlah penumpang kapal laut YoY turun cukup signifikan. Banyak penumpang angkutan laut yang naik angkutan udara,” papar Suhariyanto.