Juni 2016, Tarif KA Ekonomi Bersubsidi kembali Diturunkan

Belum lama menurunkan KA bersubsidi pada 1 April 2016 lalu, berniatan untuk kembali menurunkan tarif ekonomi yang dibiayai dalam skema Public Service Obligation (PSO) tersebut pada 1 Juli 2016 mendatang.

“Penurunan premium dan solar sebesar masing-masing Rp 500 per liter mulai 1 April 2016 menjadi pertimbangan Kementerian Perhubungan menurunkan tarif angkutan umum yang menggunakan dua jenis BBM itu, termasuk moda kereta api,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, di Purwokerto, , Rabu (6/4).

Surono menjelaskan, akan ada 20 kereta api ekonomi PSO yang mengalami penurunan tarif, sesuai dengan Peraturan Nomor 35/2016.

Dari 20 kereta api tersebut, 7 diantaranya beroperasi di lintas selatan Jawa, yakni KA Logawa (Purwokerto-Jember) PP, KA Serayu (Purwokerto-Kiaracondong-Pasarsenen) PP, KA Bengawan (Purwosari-Pasarsenen) PP, KA Gaya Baru Malam (Pasarsenen-Surabaya gubeng) PP, KA Pasundan (Surabaya gubeng-Kiaracondong) PP, KA Kahuripan (Kiaracondong-Kediri) PP, dan KA Kutojaya Selatan (Kutoarjo-Kiaracondong) PP.

“Khusus untuk KA Logawa, KA Bengawan, KA Gaya Baru Malam, KA Pasundan, dan KA Kahuripan mengalami penurunan tarif sebesar Rp 2.000. Sedangkan KA Serayu dan KA Kutojaya Selatan mengalami penurunan tarif sebesar Rp 1.000 dari tarif yang mulai berlaku sejak tanggal 1 April 2016,” papar Surono.

Surono menegaskan, penurunan tarif ini hanya berlaku untuk kereta api ekonomi bersubsidi, dan tidak berlaku untuk kereta api jenis lainnya.

“Penurunan tarif ini hanya untuk KA ekonomi bersubsidi, sedangkan KA komersial tidak ada perubahan tarif. KA komersial masih mengacu pada ketentuan tarif batas bawah dan tarif batas atas yang berlaku saat ini,” pungkasnya.