Naik KA Lokal di DAOP Surabaya Kini Tidak Wajib Rapid Test

Manajer Humas PT KAI DAOP 8 Surabaya, Suprapto - www.wartatransparansi.com

SURABAYA – Persyaratan bagi masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kini semakin mudah. Untuk mereka yang hendak naik kereta api lokal di wilayah Surabaya, sekarang sudah tidak diwajibkan untuk menyertakan surat keterangan sehat berupa rapid test atau PCR test seperti KA jarak menengah dan jauh. Meski demikian, (PT KAI) masih menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Protokol kesehatan itu di antaranya memakai masker, menjaga jarak, dan dilarang berbicara saat di dalam kereta. Selain itu, suhu tubuhnya tidak boleh melebihi di atas 37,3 derajat Celcius,” terang Manajer Humas PT KAI DAOP 8 Surabaya, Suprapto, disalin dari Tribun Madura. “Jika dalam perjalanan ada dengan gejala COVID-19, gejala influenza, maka akan diturunkan di stasiun terdekat untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh dokter.”

Saat ini, sambung Suprapto, PT KAI DAOP 8 Surabaya sudah mengoperasikan 36 KA lokal yang melintas wilayah Surabaya, antara lain KA Dhoho relasi Surabaya Kota-Kertosono- PP, KA Tumapel relasi Surabaya Kota- PP, dan KA Penataran relasi Surabaya Kota-Malang-Blitar PP. Sementara itu, KA jarak jauh yang beroperasi masih terbatas, yakni KA Tawangalun relasi Malang-Banyuwangi PP dan KA Bima relasi Malang-Surabaya Gubeng-Gambir PP. 

“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan KA Lokal, bisa memesan tiketnya melalui layanan aplikasi KAI Access,” tambah Suprapto. “Pemesanan secara online dapat dilayani H-7 sebelum keberangkatan kereta api. Sementara, loket di stasiun hanya melayani penjualan go show atau penjualan langsung 3 jam sebelum KA berangkat.”

Sementara, untuk masyarakat yang hendak bepergian ke , seperti diberitakan sebelumnya, Provinsi DKI Jakarta resmi menghapus kebijakan mengurus Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) mulai Selasa (14/7) lalu. Dengan demikian, calon penumpang kereta yang hendak menuju atau berangkat dari Jakarta, tak perlu lagi memiliki SIKM. Namun, PT KAI masih mewajibkan calon penumpang kereta untuk menunjukkan hasil rapid test atau tes PCR corona.