KA Lokal Penataran dan Dhoho Kembali Beroperasi, Ini Jadwalnya

Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun - kanalindonesia.com
Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun - kanalindonesia.com

MADIUN – Satu per satu, reguler dijalankan kembali oleh PT Api Indonesia (PT KAI). Mulai Senin (15/6) kemarin, PT KAI DAOP 7 Madiun resmi mengoperasikan tiga perjalanan kereta api lokal, yakni KA Penataran relasi Surabaya Kota-Blitar lewat Malang, KA Dhoho relasi Blitar-Kertosono, dan KA Dhoho relasi Kertosono-Surabaya lewat Jombang.

KA 447 Penataran berangkat dari Surabaya Kota pada pukul 04.10 WIB dan tiba di Stasiun Blitar pada pukul 09.50 WIB. Kemudian, KA 433A Dhoho bertolak dari Stasiun Blitar pukul 09.55 WIB dan tiba di Kertosono pada pukul 13.13 WIB. Sementara, KA 442 Dhoho berangkat dari Kertosono pada pukul 13.40 WIB dan tiba di Surabaya Kota pukul 16.48 WIB.

“Operasi perjalanan kereta api lokal reguler tersebut memang dilakukan secara bertahap, salah satunya di DAOP 7 Madiun guna persiapan menuju penerapan era normal baru,” terang Manajer Humas PT KAI DAOP 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, dikutip Antara. “Namun, untuk KA lokal yang lewat Jombang, hanya berhenti di stasiun besar karena adanya permohonan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jombang.”

Ixfan menambahkan, hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan pemantauan dan pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayah Kabupaten Jombang. Sehingga, untuk sementara waktu, KA lokal tidak melayani penjualan relasi dari dan ke Stasiun Sembung, Peterongan, Sumobito, dan Curahmalang, Kabupaten Jombang.

Menurut akun Twitter resmi PT KAI, pembelian tiket KA lokal dapat dilakukan melalaui KAI Access mulai H-7 sampai dengan 1 jam sebelum keberangkatan. diwajibkan memakai masker saat berada di area stasiun dan di atas kereta api. Penumpang juga harus dalam kondisi sehat, tidak menderita flu, pilek, batuk, dan demam, serta suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat Celcius.

Untuk mendukung physical distancing, dilakukan pembatasan maksimal 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Penumpang pun diimbau untuk mengurangi berbicara selama berada di dalam kereta api untuk mencegah penyebaran droplet, selain disarankan untuk menggunakan pakaian pelindung seperti jaket atau baju lengan panjang.