KA Madiun Jaya : Penumpang Kecewa Tak Dapat Tempat Duduk

– Sejumlah Jaya tujuan Yogyakarta kecewa. Kekecewaan ini akibat ketidakpastian dari para petugas dari penjualan untuk KA Jaya ini. Awalnya tiket KA Jaya ini yang hanya bisa dipesan secara langsung tetapi ternyata sudah dapat dipesan pada hari sebelumnya. Akhirnya para penumpang KA Jaya yang membeli langsung hanya dapatkan tiket berdiri karena tiket duduk telah habis dipesan.

Salah seorang penumpang mengaku disalahkan oleh petugas loket DAOP VII. Penumpang ini bernama Maya (24). Maya disalahkan karena tidak membeli tiket sehari sebelumnya.

“Ini tinggal yang berdiri, kalau mau yang tempat duduk harusnya pesan semalam. Ini mau enggak, kalau enggak ya sudah,”ujar Maya menirukan petugas loket kepada merdeka.com di Madiun, Senin, 12 Agustus 2013.

Maya mengaku pernah membeli tiket KA Madiun Jaya sehari sebelumnya. Tetapi ditolak oleh petugas loket. Penolakan yang dilakukan petugas loket karena tiket hanya dijual langsung saat sebelum jam pemberangkatan.

“Saya pernah beli malam hari tapi enggak boleh sama petugas loket katanya penjualan tiket langsung ya harus besok,”ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, petugas PT KAI DAOP VII. M Tio menjelaskan bahwa pembelian tiket KA Madiun Jaya untuk keberangkatan pagi pukul 08.00 WIB dapat dipesan scara sejak pukul 24.00 WIB. Tetapi untuk stasiun selain di wilayah DAOP VII pembelian tidak dapat tetapi mendadak.

“Kalau pembelian tiket untuk pemberangkatan pagi bisa dipesan jam 12 malam secara online,”jelas Tio.

Dia menambahkan pula bahwa 80% penumpang KA Madiun Jaya adalah penumpang menggunakan tempat duduk, sedangkan 20% sisanya merupakan penumpang berdiri. Untuk tiketnya sama untuk yang duduk maupun berdiri yaitu Rp 50ribu.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.