KAI Daop 4 Operasikan KA Ciremai Tambahan Relasi Semarang Tawang-Bandung PP

Senior Manajer Humas PT KAI Daop I Jakarta, Edy Kuswoyo - berita.suaramerdeka.com
Senior Manajer Humas PT KAI Daop I Jakarta, Edy Kuswoyo - berita.suaramerdeka.com

Semarang – Pada panjang yang bertepatan dengan perayaan Isra Mi’raj kali ini, animo untuk berlibur dengan naik moda kereta api ternyata meningkat. Oleh sebab itu PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang mengoperasikan Kereta Api (KA) Ciremai Tambahan kelas dan relasi Semarang Tawang-Bandung PP.

KA Ciremai Tambahan tujuan ke Bandung ini hanya akan beroperasi khusus hari Sabtu dengan yang dibanderol seharga Rp 260 ribu (kelas eksekutif) dan Rp 130 ribu (kelas ekonomi). “KA Ciremai Tambahan ini menggunakan rangkaian dengan stamformasi 2 Kereta Eksekutif (kapasitas tiap kereta 50 orang) – 2 Kereta Ekonomi New Image Difabel (kapasitas tiap kereta 64 orang) – 3 Kereta Ekonomi New Image (kapasitas tiap kereta 80 orang) berkapasitas total 100 penumpang eksekutif dan 368 penumpang ekonomi,” jelas Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Edy Kuswoyo, Jumat (21/4).

Selain menyediakan kereta api tambahan, PT KAI Daop 4 Semarang juga menawarkan partial untuk keberangkatan dari Semarang Tawang atau Semarang Poncol pada KA Ciremai Tambahan tujuan Pemalang, Pekalongan, Tegal, dan Cirebon. khusus yang ditetapkan adalah Rp 160 ribu untuk KA kelas eksekutif dan Rp 80 ribu untuk KA kelas ekonomi.

Sedangkan kereta Ciremai Tambahan tujuan ke Jatibarang dan Cikampek dikenai tarif khusus Rp 210 ribu untuk kelas eksekutif dan Rp 105 ribu untuk kelas ekonomi. KA Ciremai Tambahan dari Stasiun Semarang Tawang akan berangkat pada pukul 09.00 WIB dan berhenti di Stasiun Pekalongan, Pemalang, Tegal, Cirebon, Jatibarang, Cikampek, Purwakarta, dan sampai di Stasiun Bandung jam 17.44 WIB.

“Tiket KA Ciremai Tambahan sudah dapat dibeli pada Rabu 19 April 2017 pukul 21.00 WIB.  Pembelian tiket kereta tambahan dapat dilakukan di Stasiun PT KAI, Contact Center 121, website tiket.kereta-api.co.id, KAI Access pada ponsel, minimarket, kantor pos, mesin e-kiosk, dan berbagai channel resmi lainnya,” tandas Edy Kuswoyo.