KAI Daop 6 Yogyakarta Siap Operasikan 7 Kereta Tambahan untuk Mudik Lebaran

Eko Budiyanto, Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta - www.solotrust.com
Eko Budiyanto, Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta - www.solotrust.com

Yogyakarta – Sebagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan ketika arus 2019, (KAI) Daop VI Yogyakarta akan menyiapkan 7 KA tambahan dengan kapasitas mencapai 8.344 kursi setiap harinya. tersebut akan disiapkan untuk melayani dari Yogyakarta atau Solo menuju Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Menurut Manajer Humas Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Eko Budiyanto, tambahan yang disediakan meliputi KA Argo Lawu Fakultatif, Argo Dwipangga Fakultatif, Taksaka Lebaran, Taksaka Tambahan, Sancaka Lebaran, Lodaya Lebaran dan Mataram Ekspress. “ tambahan yang dijalankan tersebut melayani rute dari Yogyakarta atau Solo dengan tujuan Jakarta, Bandung dan Surabaya,” jelas Eko, Rabu (27/2), seperti dilansir INI Network.

PT KAI menetapkan masa angkutan Lebaran 2019 pada H-10 hingga H+10 atau sejak tanggal 26 Mei sampai 16 Juni 2019 mendatang. Sementara itu, puncak arus mudik Lebaran diperkirakan jatuh pada tanggal 29 Mei 2019 dan puncak arus balik berlangsung pada 9 Juni 2019.

“Kami sudah memprediksi jauh hari, karena ada tren peningkatan penumpang setiap tahunnya. Kereta tambahan tersebut dioperasikan menjelang angkutan lebaran H-10, dan bisa dipesan pada tanggal tersebut,” beber Eko. Sementara itu, untuk kereta reguler keberangkatan masa angkutan Lebaran 2019 sudah bisa dipesan oleh para calon pemudik sejak Senin (25/2) lalu untuk jadwal keberangkatan tanggal 26 Mei 2019.

Lebih lanjut Eko menjelaskan jika dominasi tambahan kereta eksekutif tersebut disediakan karena tingginya minat masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya untuk melakukan perjalanan dengan yang dinilai lebih aman dan nyaman. Sedangkan setiap akhir pekan, perjalanan reguler untuk kursi kelas eksekutif okupansi atau tingkat keterisiannya mencapai 90%.

“Ada pilihan kereta ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Tingginya minat masyarakat Yogyakarta ke kereta eksekutif karena strata ekonomi dan pendidikan yang meningkat. Mungkin juga prestise dan jam keberangkatan yang tepat,” tandas Eko.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*