KAI Daop 6 Yogyakarta Siapkan 6 Kereta Tambahan untuk Natal & Tahun Baru

Wakil Ketua PT KAI Daop VI Yogyakarta, Ida Hidayati - solo.tribunnews.com
Wakil Ketua PT KAI Daop VI Yogyakarta, Ida Hidayati - solo.tribunnews.com

Solo – PT Indonesia (KAI) Daop 6 akan mengoperasikan 6 rangkaian tambahan pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pengoperasian tambahan ini dilakukan demi mengantisipasi adanya kenaikan selama periode Nataru.

“Ada enam kereta api tambahan yang disiapkan untuk periode Nataru,” ujar Wakil Ketua Daop VI Yogyakarta, Ida Hidayati, di Solo, Rabu (15/11), seperti dilansir Tribunnews. Nantinya keenam KA tambahan tersebut akan dijalankan mulai tanggal 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018. Kereta-kereta itu akan melayani relasi Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Setidaknya terdapat lebih dari 3.000 tempat duduk tambahan yang disiapkan.

“Dalam 17 hari itu kami menambah beberapa KA ekstra tambahan. Ada Taksaka pagi dan malam, Sancaka, Lodaya, Argo Lawu, dan Argo Dwipangga. Jumlah kursi yang ada sekitar 3.000 kursi,” beber pejabat Humas PT KAI Daop 6, Eko Budiyanto.

KA ekstra dari Daop 6 Yogyakarta ini sudah bisa dipesan sejak tanggal 1 November 2017. Sementara itu, untuk kereta api reguler bisa dipesan mulai dari 90 hari sebelum keberangkatan. “Kami sampaikan kepada masyarakat agar merencanakan perjalanannya jauh-jauh hari karena jumlah tiket terbatas,” kata Eko.

Pihak PT KAI Daop 6 Yogyakarta sengaja menambah rangkaian kereta api selama libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 sebab angkutan Nataru diprediksi mengalami penumpang antara 4 hingga 6 persen. “Tingginya jumlah penumpang itu karena banyak masyarakat yang ingin menghabiskan masa akhir tahun untuk berwisata atau pulang kampung ke kampung halaman,” ungkapnya.

Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru, Daop 6 Jogja juga menyiapkan petugas tambahan untuk berjaga di titik-titik yang rawan. Mereka ditugaskan sebagai penjaga palang pintu, pemeriksa jalan, dan juga jembatan. “Kami juga minta aparat kewilayahan di daerah rawan itu ikut menjaga keamanan. Silakan Pemda ikut menjaga warganya,” tandasnya.