Hadapi Libur Nataru, KAI DAOP 8 Siapkan Lima Kereta Tambahan

Suprapto, Manajer Humas Daop 8 Surabaya - rri.co.id
Suprapto, Manajer Humas Daop 8 Surabaya - rri.co.id

SURABAYA – Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, () DAOP 8 Surabaya bakal menyiapkan lima kereta api tambahan. KA tambahan itu akan melewati dua , yakni dua di utara dan tiga di selatan, serta akan dioperasikan mulai tanggal 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

“Kami sudah mulai buka tambahan kereta api, pada jadwal itu,” papar Manajer Humas PT KAI DAOP 8 Surabaya, Suprapto, dikutip dari Tempo. “KA tambahan itu berjumlah delapan gerbong, yakni KA Kertajaya jalur utara dari Pasar Turi ke Jakarta dan KA Sembrani dari Pasar Turi Surabaya menuju Jakarta. Sementara, untuk jalur selatan, ada KA Gajayana dari Malang ke Gambir Jakarta, KA Sancaka tambahan dari Gubeng ke , serta KA Matarmaja tambahan dari Stasiun Malang ke Pasar Senen.

Di luar lima KA tambahan itu, PT KAI DAOP 8 menyediakan 79 KA reguler sehingga jika ditotal ada 84 KA untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru. Jika dirinci, 33 KA jalur panjang, kemudian 46 kereta api lokal, ditambah 5 KA tambahan. Pada 2019 ini, terjadi peningkatan kapasitas tempat duduk, yaitu 47.934 tempat duduk (19.814 tempat duduk pada KA Reguler, 25.140 tempat duduk pada KA Lokal, dan 2.980 TD pada KA Tambahan Nataru), atau naik 16 persen dari 2018.

Sebelumnya, pada awal Desember 2019 kemarin, PT KAI meluncurkan KA Dharmawangsa Ekspres relasi Jakarta Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi dengan mulai Rp150 ribu untuk kelas ekonomi dan mulai Rp350 ribu untuk kelas eksekutif. Ada enam kereta ekonomi dengan kapasitas 636 tempat duduk dan tiga kereta eksekutif berkapasitas 150 tempat duduk.

“Penambahan kereta anyar ini sejalan dengan pemberlakuan sistem Grafik atau Gapeka 2019 yang berlaku mulai 1 Desember 2019. Dengan pemberlakuan Gapeka, KAI menambah enam kereta api lainnya,” papar Vice President PT KAI DAOP 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah. “Kehadiran kereta-kereta baru ini bakal mengakomodasi kebutuhan pasar. Kami menangkap kebutuhan masyarakat terhadap kereta api.”