KAI Daop 8 Surabaya Operasikan Kereta Tambahan ke Jakarta & Bandung

Suasana KA Majapahit - liputan6.com

Jakarta (KAI) Surabaya menambah 4 perjalanan kereta api (KA) jarak jauh untuk dari ke Jakarta serta Surabaya ke Jakarta dan Bandung pada tanggal 1 November 2020. Penambahan operasional KA jarak jauh itu dilakukan guna mengantisipasi lonjakan di masa arus balik cuti bersama.

Adapun 4 perjalanan kereta api tambahan yang dimaksud adalah Malang-Pasar Senen, KA Gajayana Fakultatif relasi Malang–Gambir, KA Mutiara Selatan relasi Surabaya Gubeng-Bandung, dan KA Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi-Gambir. Total terdapat 27 perjalanan KA jarak menengah/jauh yang beroperasi di wilayah KAI Daop 8 Surabaya.

Sebagai , KA Majapahit relasi Malang-Pasar Senen dijadwalkan berangkat dari Stasiun Malang jam 19.00 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen/Jakarta pukul 09.58 WIB. Kereta tersebut terdiri dari rangkaian 7 gerbong kereta kelas ekonomi kapasitas 80 tempat duduk dan 1 gerbong kereta kelas ekonomi kapasitas 64 tempat duduk. Sesuai dengan aturan physical distancing, maka KA Majapahit hanya diisi kapasitas 430 kursi dengan tarif antara Rp220 ribu – Rp270 ribu.

Sedangkan KA Gajayana Fakultatif berangkat dari Stasiun Malang pukul 19.30 WIB dan tiba di Stasiun Gambir jam 11.15 WIB. KA Gajayana Fakultatif terdiri dari rangkaian 8 gerbong kereta kelas eksekutif, dengan total kapasitas setelah diterapkan peraturan jaga jarak (physical distancing) berjumlah 280 tempat duduk. Tarif atau KA Gajayana Fakultatif dari Malang – Gambir (Jakarta) dipatok antara Rp 420.000 – Rp 650.000.

Manajer Humas Daop 8 Surabaya Suprapto mengungkapkan bahwa penambahan KA jarak jauh itu untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang setelah libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Puncak arus balik pasca-libur panjang itu diprediksi berlangsung pada tanggal 1 November 2020.

 “Puncak lonjakan jumlah penumpang pada masa liburan Long Weekend di akhir Bulan Oktober 2020 di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya akan terjadi pada tanggal 1 November 2020,” ungkap Suprapto di Surabaya, Jumat (30/10), seperti dilansir Republika.