KAI Semarang, Lakukan Pengecekan Gerbong dan Siapkan Lokomotif Darurat Banjir

petugas depo Semarang Poncol sedang lakukan perbaikan
petugas Depo Poncol lakukan
sumber kompas.com

Semarang – Untuk menghadapi 2013, Daop IV Semarang lakukan pengecekan dan perawatan gerbong . Tahun ini pihaknya telah menyiapkan 119 gerbong untuk menghadapi lonjakan nantinya. Pengecekan dilakukan di depo Daop IV Semarang.

Pengecekan gerbong ini dilakukan agar gerbong dapat digunakan para penumpang dengan nyaman. Persiapan PT KAI Daop IV Semarang untuk hadapi mudik 2013 telah selesai. Mulai tanggal 30 Juli 2013 semua gerbong dan lokomotif siap untuk digunakan.

Pengecekan dan perawatan yang dilakukan bukan hanya mesin ataupun bogie. Pengecekan juga dilakukan dengan mengganti kaca, plafon dan kursi penumpang. Selain itu mulai tahun ini semua kereta api juga dilengkapi dengan AC. Pengecekan juga dilakukan pada Ac tersebut.

Hal ini dilakukan agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang saat naik kereta api.

Kepala Daop IV Semarang. Totok Suryono juga melakukan peninjauan di Depo Poncol. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat pengecekan dan perawatan gerbong oleh petugas.

“Ngeceknya harus teliti dan cermat, jangan sampai ada yang terlewat,”ujarnya kepada petugas yang sedang bekerja.

Selain itu sekarang semua gerbong ditambah fasilitas stop kontak untuk kereta api ekonomi dan bisnis.

“Penumpang ekonomi dan bisnis juga tidak akan kebingungan mencari stop kontak listrik untuk gadget mereka. Kalau bawa laptop atau handphone, mereka tidak usah bingung mau mencari daya kemana. Kami sudah lengkapi semua gerbong dengan stop kontak,”jelasnya kepada okezone.com.

Pihak PT KAI Daop IV Semarang juga menyiapakan lokomotif darurat. Karena cuaca yang tidak menentu pihaknya telah menyediakan 2 lokomotif darurat banjir.

 

 

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.