KAI Sosialisasikan Kartu Uang Elektronik untuk LRT Palembang Lewat Peragaan Busana

Aida Suryanti, Manager Humas PT KAI Divre III Palembang - www.laskarwongkito.com
Aida Suryanti, Manager Humas PT KAI Divre III Palembang - www.laskarwongkito.com

(KAI) terus melakukan sosialisasi Ayo Naik Light Rail Transit (LRT) agar bersedia beralih dari kendaraan pribadi ke moda umum seperti LRT untuk mobilitas sehari-hari. LRT Sumsel sendiri adalah sarana baru untuk Palembang.

Sosialisasi naik LRT ini dilakukan lewat cara yang terbilang unik dan berbeda dari biasanya. mengadakan sosialisasi lewat peragaan busana di atas LRT dengan menggunakan baju bermotif etnik kain jumputan, kain songket, dan kain khas Sumatera Selatan lainnya. “Sosialisasi hari ini agak berbeda karena KAI ingin mengenalkan LRT lewat cara lain, agar masyarakat mengingat moda transportasi LRT dan dapat menjadi transportasi sehari-hari,” kata Manager Humas Divre III Palembang Aida Suryanti, seperti dilansir Tribunnews.

“Kami dari PT. KAI selaku pengelola LRT terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya menggunakan transportasi masal. Kami mengajak setiap masyarakat di Kota Palembang untuk beralih ke transportasi masal selain itu kami juga menggandeng, UMKM mitra Binaan dari Qisya Jumputan dan Refa Songket untuk ikut mensosialisasikan kearifan lokal daerah,” sambung Aida.

Dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan bisa memperkenalkan lebih jauh transportasi massal LRT, sehingga bisa menaikkan perekonomian masyarakat Sumsel. Tak hanya memperagakan busana khas Sumsel, para model pun mensosialisasikan penggunaan Kartu Uang (KUE) yang akan mulai diberlakukan untuk alat pembayaran LRT Palembang mulai tanggal 1 Desember 2018 mendatang.

“Jadi sehubungan tanggal 1 Desember operasional LRT sumsel tidak akan lagi menggunakan uang kertas, tapi sudah beralih ke kartu uang elektronik. BSB sebagai bank daerah ikut berpartisipasi dalam mendukung upaya mengganti pembayaran tersebut. Satu bulan penuh kami lakukan sosialisasi penggunaan LRT menggunakan KUE. Kami berikan promo, dan alat-alat top up di setiap ,” kata Bambang Wahyunugroho dari Bank Sumsel Babel (BSB), salah satu bank yang bekerja sama dengan PT KAI.

Dengan diterapkannya KUE, masyarakat diharapkan bisa menyesuaikan penggunaan non tunai untuk naik LRT. Dengan memakai KUE, calon akan lebih mudah ketika hendak naik LRT karena tak perlu mengantre di loket dan langsung tap pada gate. Sebagai informasi, hingga kini jumlah LRT Palembang tiap harinya mencapai 3.000-4.000 orang, sedangkan di akhir pekan mencapai 8.000-11.000 orang.