1 Desember 2019, KAI Surabaya Luncurkan Dua Kereta Baru

Ilustrasi : Kereta api milik PT KAI
Ilustrasi : Kereta api milik PT KAI - kompas.com

Mulai tanggal 1 Desember 2019, (PT ) DAOP 8 Surabaya bakal meluncurkan dua kereta api sekaligus untuk mengakomodasi masyarakat Jawa Timur sebelah utara, mulai Surabaya, Bojonegoro, hingga Blora. KA Dharmawangsa Ekspres melayani Surabaya Pasarturi-Pasar Senen PP, sedangkan KA Sancaka Utara melayani relasi Surabaya Pasaturi-Bojonegoro-Gambringan-Solo Balapan-Kutoarjo PP.

Dilansir Tempo, pengenalan dua kereta baru tersebut digelar saat Car Free Day di Alun-Alun Kota Bojonegoro pada Minggu (24/11) kemarin. Kereta api Dharmawangsa Ekspres dijadwalkan berangkat dari Surabaya Pasarturi pukul 22.35 WIB dan tiba di Pasarsenen pukul 09.47 WIB. Rangkaian KA Dharmawangsa terdiri dari tiga gerbong kereta dan enam gerbong kereta , dengan kapasitas total tempat sebanyak 786 tempat duduk.

Sementara, untuk kereta baru kedua, KA Sancaka Utara relasi Pasar Turi – Kutoarjo (PP), dijadwalkan berangkat dari Surabaya Pasarturi pukul 07.00 WIB dan tiba di Stasiun Kutoarjo pukul 14.07 WIB. Rangkaian KA Sancaka Utara terdiri dari 4 gerbong kereta kelas eksekutif dan 4 gerbong kereta kelas , dengan kapasitas total tempat duduk sebanyak 456 tempat duduk.

tiket KA Dharmawangsa Ekspres untuk kelas eksekutif mulai dari Rp350.000 hingga Rp530.000, sedangkan untuk kelas ekonomi mulai dari Rp130.000 hingga Rp160.000,” jelas Manajer Humas DAOP 8 Surabaya, Suprapto. “Sementara, harga tiket KA Sancaka Utara untuk kelas eksekutif mulai dari Rp230.000 hingga Rp360.000, sedangkan untuk kelas bisnis mulai dari Rp150.000 hingga Rp240.000.”

KA Dharmawangsa relasi Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen PP, sambung dia, akan berhenti di 16 stasiun seperti Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, dan sebagainya. Sementara itu, KA Sancaka Utara relasi Surabaya Pasarturi-Kutoarjo PP akan berhenti di 15 stasiun, di antaranya Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, dan sebagainya.

“Diharapkan dengan kehadiran KA Dharmawangsa dan KA Sancaka ini, bisa menjadi momentum kebangkitan roda perekonomian masyarakat di wilayah utara Jawa Timur,” sambung Suprapto. “Dengan kelancaran akses mobilitas masyarakat, maka pengembangan sektor perekonomian, sektor pendidikan, hingga sektor pariwisata bisa segera diwujudkan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*