PT KAI Tutup Perlintasan Kereta Api di Jalan MA Salmun Bogor

Eva Chairunisa, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta - www.tribunnews.com
Eva Chairunisa, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta - www.tribunnews.com

– Mulai hari Selasa (15/6) kemarin, pintu yang terletak di Jalan MA Salmun Kota Bogor resmi ditutup. Pengumuman ini disampaikan lewat spanduk yang terpasang di atas pintu perlintasan kereta api.

Pihak (KAI) Daop 1 Jakarta mengungkapkan bahwa penutupan perlintasan kereta api tersebut berdasarkan surat yang dikeluarkan dengan nomor KA.203/VI/1/DO.1-2021 tertanggal Jakarta 8 Juni. Surat tersebut merujuk pada Undang-undang 23/2007 tentang perkeretaapian, Undang-undang 22/2009 tentang LLAJ, dan Peraturan nomor 56/2009 tentang penyelenggaraan perkeretaapian.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa membenarkan kabar tersebut. Menurut Eva, kebijakan penutupan perlintasan KA ini dilakukan karena aktivitas masyarakat yang padat di lokasi itu dan jumlah kereta api yang melintas dari dan menuju Bogor pun trafiknya sangat tinggi.

Eva menjelaskan bahwa penutupan ini berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan. “Penutupan dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan baik dari sisi perjalanan KA ataupun masyarakat,” jelas Eva, seperti dilansir Radarbogor.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo sebelumnya mengaku belum mengetahui tentang rencana penutupan perlintasan KA tersebut. “Kita cuma dapat tembusan surat. Mereka langsung eksekusi sesuai kewenangan aturan,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sempat mengadakan pertemuan virtual dengan kantor staf presiden (KSP). Pertemuan tersebut dilakukan untuk membicarakan keinginan Pemkot Bogor terkait membangun perlintasan tidak sebidang. Di Kota Bogor sendiri, hingga kini masih ada 4 perlintasan sebidang yang belum dijadikan perlintasan tidak sebidang, di antaranya pintu kereta Kebonpedes, pintu kereta MA Salmun, pintu kereta Paledang, dan pintu kereta Batutulis.

Dengan adanya pembicaraan dengan KSP, Pemkot Bogor berharap keinginannya untuk membangun perlintasan tidak sebidang, seperti underpass di perlintasan kereta Kebonpedes, flyover Jalan MA Salmun dan flyover Jalan Kapten Muslihat bisa diakomodir oleh pemerintah pusat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*