Kebijakan Bagasi Berbayar, Penumpang Kereta Api di Bandung Naik

Joni Martinus, Manager Humas Daerah Operasi 2 Bandung - majalahsora.com
Joni Martinus, Manager Humas Daerah Operasi 2 Bandung - majalahsora.com

BANDUNG – tiket pesawat yang masih cukup mahal dan kebijakan bagasi berbayar, membuat sebagian masyarakat beralih ke darat . Imbasnya, jumlah penumpang pun melonjak di awal tahun ini. Di wilayah PT Indonesia () DAOP 2 Bandung misalnya, penumpang diklaim naik sebanyak 5 persen pada awal tahun.

“Kenaikan jumlah penumpang terlihat dari jumlah kereta api jarak jauh. Peningkatan terlihat dari jumlah penumpang saat weekday maupun weekend,” ujar Manajer Humas PT KAI DAOP 2 Bandung, Joni Martinus, dilansir Tribun Jabar. “Khusus saat Imlek kemarin, ada peningkatan jumlah penumpang sebanyak 5 persen, yang tidak hanya untuk kereta jarak jauh ke timur, tetapi juga tujuan Jakarta.”

Selain kereta penumpang, peningkatan juga terjadi pada aktivitas kereta api logistik. Seperti diketahui, PT KAI DAOP 2 Bandung melayani KA Logistik untuk mengantarkan pengiriman barang, mulai dari kendaraan, paket, hingga binatang peliharaan seperti burung. “Ketika saya cek ke bagian logistik serta beberapa mitra KA Logistik, ada peningkatan pengguna jasa pengiriman barang via kereta bagasi ini,” sambung Joni.

Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2018 kemarin, PT KAI mampu mengangkut 424.683.403 penumpang. Angka ini merangkak naik delapan persen jika dibandingkan total penumpang kereta api yang diangkut sepanjang tahun 2017, yang sebanyak 394.134.634 penumpang. Beberapa kereta api jarak jauh bahkan diklaim mencapai tingkat okupansi di atas 90 persen.

“Tentu, penyebab meningkatnya jumlah pengguna kereta api beragam, mulai dari tepat waktu, tarif yang terjangkau, kemudian relatif nyaman, serta bebas macet,” tutur Manajer Humas PT KAI , Eko Budiyanto. “Yang jelas tren animo masyarakat terhadap kereta api kian waktu kian tinggi.”

PT KAI terus meningkatkan fasilitas dan demi kenyamanan para pengguna jasa. Saat ini, kereta api kelas sudah dilengkapi dengan fasilitas AC maupun stop kontak. Sebagian kereta api pun sudah didukung dengan fasilitas televisi. Sementara, kereta api tertentu atau Public Service Obligation (PSO) yang disubsidi pemerintah menetapkan tarif flat yang murah.