Kebijakan PT KAI Tentang Pembatasan Jumlah Penumpang, Buat Penumpang Tak Terangkut

– Mulai Senin, 23 September 2013 mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi jumlah Tangerang – Jakarta. Kebijakan ini membuat sebagian warga yang telah sejak lama menggunakan ini menjadi merana. Akibat kebijakan ini banyak calon penumpang yang tidak dapat mencari nafkah karena tidak dapat terangkut .

“Saya kemarin tidak bisa bekerja karena tidak bisa masuk kereta. Yang lain juga banyak, soalnya dibatasi penumpangnya, hanya yang dapat tempat duduk saja,” ungkap Amsir, warga Balaraja, Kabupaten Tangerang kepada Trbunnews.

Kebijakan PT KAI atas pembatasan jumlah penumpang ini dimaksudkan agar tidak ada lagi penumpang yang naik ke atas atap kereta lagi. Namun pengeluaran kebijakan ni tidak diimbangi dengan penambahan jumlah gerbong kereta sehingga terdapat banyak calon penumpang yang tidak terangkut.

Karena hari ini tidak ada penjelasan resmi dari pihak PT KAI tentang pengoperasian KRL hari ini,  akhirnya Amsir memilih untuk menggunakan transportasi lain untuk mencapai tenpat kerjanya dikawasan Palmerah, Jakarta.

“Susah mas, kalau keretanya gak ditambah. Makanya saya naik motor aja,” ungkapnya.

Sementara calon penumpang lain yang bernama Rani menjelaskan bahwa sejak pagi tadi dia sudah berada di Tigaraksa. Namun hingga pukul 09.00 WIB dia belum terangkut. Dia hanya bisa melihat penumpang lain mengamuk menghancurkan isi .

“Saya sejak jam lima pagi sudah berangkat ke stasiun, tetapi karena ada kerusuhan jadi tertahan,” ujarnya.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.