Kecelakaan Kereta Api Spanyol, Perdana Menteri Umumkan Hari Berkabung

suasana kecelakaan kereta tergilincir Spanyol2
tergelincir
sumber : Reuters

Perdana Menteri, Marino Rajoy umumkan hari berkabung nasional selama 3 hari atas peristiwa kecelakaan kereta api di Kota Santiago de Compostela, Spanyol. yang terjadi pada Rabu 25 Juli 2013 malam ini telah menewaskan 80 . ini menrupakan paling dramatis dan mengerikan yang pernah terjadi di .

Kecelakaan yang terjadi tepat pada hari Saint James ini merupakan hari tersedih bagi kehidupan warga Santiago.

Rajoy menyatakan kesedihan dan duka yang mendalam atas kejadian mengerikan tersebut.

Saya ingin mengungkapkan duka cita dan solidaritas kepada korban kecelakaan maut di Santiago,” ungkap Rajoy.

Penyebab kecelakaan kereta ini diselediki disebabkan oleh kecepatan kereta yang melibihi ambang batas saat mencapai tikungan. Kecepatan kereta api yang mengalami kecelakaan ini dapat mencapai 250 km / jam.

Menurut kepala penyidik, kereta api tersebut berjalan dengan kecepetan 190 km/jam saat mencapai tikungan. Padahal seharusnya saat mencapai tikungan kereta api hanya diperbolehkan maksimal kecepatan 80 km/jam.

Rafael Cabala, pejabat perusahaan kereta api tersebut belum mengtehaui dengan pasti penyebab kecelakaan ini. “Tapi sepertinya terkait dengan laju kereta yang terlalu cepat,” jelasnya.

Kereta yang mengalami kecelakaan ini memiliki catatan perawatan yang baik. Tidak pernah ada masalah yang muncul dari kereta tersebut.

Kereta ini berjalan dari Madrid ke Ferrol dengan membawa 218 penumpang dan 4 staf. Kereta dan akhirnya terguling saat akan memasuki Santago de Compostela.

Masinis yang hanya mengalami luka ringan diperiksa atas kejadian ini.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.