Kehilangan Lahannya, PT KAI Kumpulkan Bukti untuk Ajukan Peninjauan Kembali

– Rabu, 3 Juli 2013 milik (KAI) Divisi Regional I dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Medan. Pengadilan Negeri Medan juga memutuskan PT agra Citra Kharisma (PT ACK) sebagai pemilik sah tersebut. yang akan dieksekusi seluas 35.955 meter persegi dengan rincian 13.578 meter persegi ada di Jalan Jawa dan 22.377 meter persegi  di Jalan Madura, Kelurahan Gang Buntu, Kota Medan.

“Sesuai Putusan Mahkamah Agung nomor 1040 kami laksanakan hari ini Rabu 3 Juli 2013,” kata juru sita PN Medan Abdul Rahman.

Saat eksekusi berlangsung di lahan tersebut, ratusan karyawan berusaha untuk mengahalang-halangi eksekusi ini. Tetapi usaha para karyawan sia-sia, pihak PN Medan dibantu kepolisian dan personil Polisi Militer tetap melakukan eksekusi.

Dilahan milik PT KAI yang dieksekusi oleh PN Medan berdiri Kompleks Medan Center Point, Hotel Karibia dan Rumah Sakit Teguh Munri Memoriam Hospital. Semua bangunan tersebut berdiri di Jalan Jawa tepat di depan Kantor Polsek Medan Timur.

Lahan tersebut diklaim milik PT KAI tetapi PT ACK membangunan hotel, pusat bisnis, dan rumah sakit diatas lahan milik mereka.

Akibatnya PT KAI membuat gugatan terhadap PT ACK hingga PT ACKlah yang memenangi gugatan tersebut dengan keluarnya Putusan Mahkamah Agung nomor 1040.

“Lahan itu adalah milik PT KAI. Namun, PT ACK membangun rumah sakit dan hotel serta pusat bisnis di atas lahan PT KAI. Pengadilan keliru dalam memahami gugatan yang di layangkan PT KAI,” ujar Dadan kepada Tempo.

Dadan sebagai Vice Presiden Litigasi Pusat Hukum PT KAI akan melakukan perlawanan atas eksekusi lahan milik PT KAI seluas 35.955 meter tersebut. Menurutnya PT KAI adalah pemilik sah lahan tersebut berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Ada lima putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap atas lahan itu. Yang terakhir adalah putusan nomor 285/PDT.G/1996/PN. Medan junto putusan nomor 522/PDT/1997/PT Medan junto putusan nomor 4548 K/PDT/1998,”jelas Dadan.

Sebelumnya eksekusi terjadi Direktur Pengelolaan Aset Non Produksi PT KAI, Edi Sukmoro menjelaskan bahwa tanah milik negara seluas tujuh hektar telah diserobot oleh PT ACK. Berdasarkan penjelasannya PT KAI tidak pernah melakukan pelimpahan kepada PT ACK, tetapi PT ACK telah mengunakan lahan tersebut seolah-olah lahan itu milik mereka sendiri.

Pihak PT KAI akan melakukan upaya ajukan peninjauan kembali dengan mengumpulkan bukti – bukti untuk mempertahankan aset negara.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.