Keluh Kesah Pegawai Outsourcing PT KCJ

pendemo pegawai outsourcing PT KCJ
sumber: detikcom

Jakarta – Ferryadi (26)  salah satu yang ikut berdemo demi memperjuangkan statusnya sebagai tetap. Ferryadi telah 4 tahun bekerja sebagai penjaga loket dengan status outsourcing.

“Kita ingin menuntut hak kita sebagai pegawai tetap,”jelas Ferryadi pada detikcom saat diwawancari ditengah-tengah .

Ferryadi bekerja selama 8 jam sehari terkadang juga harus lembur. Gaji yang diterimanya sebesar Rp 2,2 juta. Saat dia bekerja kurang dari 8 jam, gajinya akan dipotong. Tetapi saat bekerja lembur dia tidak mendapatkan tambahan uang lembur.

Selain itu gajinya tidak dibayar full, tetapi dibayar dengan dicicil. Awal pembayaran biasanya Rp 500 ribu, lalu minggu depannya tidak tahu dibayar berapa. Slip gaji selalu sudah keluar terlebih dahulu. Tetapi uangnya tidak keluar.

“Kita hidup pakai uang, bukan pakai slip gaji,”tutur Ferryadi.

Sebagai pegawai outsourcing, keluarganya termasuk anak dan istri tidak mendapatkan jaminan (JAMSOSTEK). Hal ini juga yang membuat Ferryadi khawatir. Saat anak dan istrinya sakit tidak ada yang dapat menjamin mereka. Selain itu salah satu hal yang membuatnya khawatir juga adalah ancaman PHK yang dapat datang kapan saja pada pegawai outsourcing.

Menurut , demo pegawai outsourcing kepada pihak ini adalah salah alamat. Seharusnya mereka melakukan demo ke pihak vendor.

“Secara hukum pegawai outsourcing berhubungan dengan vendor. Jadi jika mereka menuntut kepada kami sebetulnya salah,”jelas Makmur Syaheran, Direktur Komersil dan Humas PT KCJ saat ditemui detikcom di Juanda, Jakarta Pusat.

Hingga saat ini belum ada pembicaraan antara vendor dan PT KCJ terkait dengan demo hari ini. Sementara pelayanan di stasiun di seluruh Jabodetabek tidak terganggu seperti tadi pagi karena pihak PT KCJ mengirimkan pengganti.

Demo pegawai outsourcing ini awalnya berjalan dengan tertib. Demo ini di antar dasar Stasiun Juanda, Jakarta Pusat. Tetapi pukul 14.30 WIB tiba-tiba terjadi kericuhan. Para pendemo tiba-tiba ingin mencoba masuk ke dalam kantor PT KCJ yang ada di lantai dua Stasiun Juanda. Para pendemo mendorong puluhan petugas yang berjaga di lokasi.

Akibatnya polisi menembakkan tabung gas air mata empat kali ke arah pendemo.  Akhirnya para pendemo lari dan masuk ke gang – gang disekitar stasiun tersebut.

 

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.