Keluhan Penumpang Stasiun Bojong Gede yang Semrawut

stasiun Bojong Gede
Bojong Gede
sumber : poskotanews.com

– Pada malam hari, terlihat semrawut. Saat ribuan turun dari kereta, banyak angkot yang ngetem sembarangan dan berebut . Disaat yang sama banyak pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di Jalan Raya Bojong Gede.

Bukan hanya itu saja yang membuat penumpang kesal. Saat baru saja turun dari KRL, mereka mendapati tidak ada seorang petugas pun yang melakukan penertiban. Petugas terlihat pembiarkan kesemrawutan ini terjadi. Setiap sore sudah mulai menjelang malam, kesemrawutan sangat terlihat di depan Stasiun Bojong Gede dan membuat penumpang tidak nyaman.

“Sudah lelah kerja seharian plus naik KRL berdesakan, eh saat keluar stasiun dihadang kemacetan,” ujar Bustanul, warga Perum Gaperi, Jumat (29/11) pada poskotanews.com.

“Saya jengkel karena tak satu pun aparat kepolisian atau DLLAJ mengatur lalulintas. Apa itu nggak bikin stres?!” ujar Rudi Tamami, warga Perum PWI Cilebut.

Menurut Rudi, kesemrawutan di Bojong Gede ini sudah terjadi sejak lama namun aparat membiarkan hal ini terjadi. Pihaknya menyarakankan agar aparat dapat meminimalisir kesemrawutan ini. dan Pemkab Bogor harusnya membangun jembatan penyebrangan di depan stasiun.

“Ada jembatan, penumpang yang baru turun atau naik KRL dapat mudah menuju Terminal Bojong Gede, sehingga angkot dan ojek tak lagi ngetem di sekitar stasiun,” sarannya.

Menanggapi keluhan dari masyarakat ini Soebiantoro, Kepala DLLAJ Kabupaten Bogor juga telah mengakui kesemrawutan di wilayah tersebut.

“Kami menempatkan empat anggota, tapi jumlah itu tak sebanding dengan ribuan penumpang KRL yang berebut jalan dengan pengojek, angkot dan Kaki-5 di jalan yang lebarnya hanya 4 meter,” terangnya.

Menanggapi usulan adanya jembatan penyebrangan, pihaknya mengungkapkan perlu adanya perencanaan lebih lanjut mengenai hal ini.

“Saat ini kita punya rencana membangun fly over dari Jl. Tegar Beriman menuju ke Tajurhalang, tapi pembebasan lahannya belum tuntas. Jika rencana ini mulus kemacetan di perlintasan kereta di Jl. Raya Bojong Gede itu dapat diiminimilir,” katanya.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.