Kembangkan Industri Perkeretaapian Nasional, Pemerintah Gandeng Pabrikan KA China

 – tampak sedang serius mengembangkan industri perkeretaapian dalam negeri. Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin bahkan telah mengajak serta pabrikan asal Tiongkok, Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Qingdao Sifang Co Ltd, untuk bersama-sama menggarap riset dan produksi.

Hal itu diungkapkan sendiri oleh Saleh saat menyambangi pabrik kereta dan pusat riset industri kereta api milik CRRC di Qingdao, tenggara Beijing, Sabtu (5/12). “Seiring pengembangan industri di , kawasan terus tumbuh dan membutuhkan jaringan massal seperti kereta api. Kita harapkan, meningkatnya kereta api berimbas pada meningkatnya industri perkeretaapian,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima oleh awak media di Jakarta, Kemarin (6/12).

Tawaran kerja sama yang digulirkan oleh pemerintah Indonesia ini mendapat sambutan baik oleh CRRC Qingdao Sifang. “Industri kereta api butuh pasar yang luas dengan kebutuhan pengembangan jangka panjang. Kami terbuka pada setiap kesempatan dan akan melakukan studi, karena industri ini sarat teknologi,” respon Tian Xuehua, Deputi President CRRC Qingdao Sifang.

Selain di pulau Jawa dan Sumatera, Pemerintah rencananya akan mengembangkan jaringan kereta api di pulau Kalimantan dan juga Sulawesi. Hal ini menjadi momen yang tepat bagi industri kereta api nasional untuk bertumbuh, termasuk melalui kegiatan kemitraan dengan perusahaan global.

Masih menurut Menperin Saleh Husin, kereta api membutuhkan banyak bahan baku dan komponen. “Penyediaan kebutuhan ini merupakan peluang bagi industri kereta api kita seperti , industri baja, logam termasuk alumunium, industri pengolahan hasil tambang seperti smelter nikel dan bauksit, dan produsen komponen untuk memasok ke industri kereta api,” pungkasnya.