Insiden tabrakan yang menimpa KRL Commuter line di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat tepat sepekan lalu (23/9) membuat Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba angkat bicara. Pihaknya mendesak agar pihak terkait segera dapat menciptakan moda transportasi yang efisien dan aman. “Kami dari Komite II DPD RI mendesak agar pihak terkait dapat menciptakan alat transportasi yang aman, efisien, dan zero accident. Adanya insiden kecelakaan KRL tersebut harus menjadi titik tolak untuk dapat menciptakan kereta api sebagai angkutan aman, cepat, dan nyaman bagi masyarakat,” tuturnya.
Anggota DPD RI asal Sumatera Utara ini berpendapat bahwa Komite II sebaiknya mengkomunikasikan kepada Kemenhub untuk direalisasikannya infrastruktur yang mendukung keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Dalam langkah menindaklanjuti insiden tersebut, Komite II sedianya telah mengundang Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, PT. Kereta Api Indonesia (KAI), dan PT. KAI Commuter Jakarta Line (KCJ) dalam pertemuan di DPD RI.
Pihak Ditjen Perkeretaapian Kemenhub melalui perwakilannya, Hermanto, menyatakan akan melakukan evaluasi pada berbagai faktor terkait, baik melalui perbaikan teknologi atau edukasi terhadap tenaga operasional. Hermanto juga mengatakan bahwa pihaknya akan memberi sanksi pada pihak-pihak yang diduga lalai menjalankan tugas hingga terjadi insiden tersebut. Hal senada juga disampaikan oleh Dirut PT Commuter Jakarta Line M Fadillah dan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bambang Eko Martono yang berjanji bakal menyoroti faktor keamanan dan keselamatan penumpang setiap harinya.