Kenaikan Tarif Kereta Tergantung Nilai Kurs Dollar pada Rupiah

JAKARTA – telah merencanakan untuk menaikkan kereta mulai awal 2014. kereta ini didasari karena naiknya terus menerus nilai kurs dolar terhadap .

Pasalnya, salah satu komponen dana di KAI yaitu pengagaan komponen peralatan kereta masih harus didatangkan dari luar negeri.

“Saya nggak tahu tapi kira-kira itu dari overall cost 7-8%. Jadi konsekuensinya apa? Ya di tahun depan kalau ini berubah (dolar) terus ya kita akan menaikkan tarif. Mau nggak mau,” kata Dirut KAI Ignasius Jonan kepada detik.com.

Kondisi yang ada ini disiasati oleh PT KAI terutama untuk kereta dengan menaikkan alokasi subsidi pelayanan atau PSO dari .

“Ya PSO-nya atau subsidinya harus naik. Saya nggak bisa sulap. Kalau tidak boleh sama sekali, pelayanan nya pasti turun,” jelasnya.

Tahun 2014 nanti, PT KAI memprediksikan bahwa dana PSO yang akan diberikan sebesar Rp 850 miliar.

“Ya mungkin Rp 800-an miliar tahun ini kalau rencana tahun depan sekitar Rp 850-an miliar,” terangnya.

Jonan mengugkapkan bahwa kenaikan tarif kereta ini tidak akan berlaku secara tetap. Namun saat kurs dolar terhadap rupiah berada dibawah R 12.000 makan tarif kereta akan turun atau kembali normal.

“Kalau kenaikan ini tidak permanen lihat kurs pasti diubah, kita pakai patokan Rp 12.000/US$. Kalau nanti turun ya turun tapi asumsi APBN nggak sampai? Ya terserah orang faktanya segitu,” tegasnya.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.