Kepanikan Penumpang Karena Kereta Mogok di Tengah Jembatan

GEORGE TOWN, MALAYSIA – KEPANIKAN

kepanikan penumpang saat kereta mogok ditengah jembatan
kepanikan penumpang saat kereta ditengah jembatan

Jum’at, 18 Oktober 2013 terjadi kepanikan di sebuah kereta yang mengangkut turis di Penang Hill. Kepanikan ini terjadi karena kereta tersebut mogok di atas jembatan.

The Star memberitakan bahwa kejadian ini menyebabkan kepanikan 80 orang turis yang menumpang kereta tersebut. Turis dalam kereta tersebut akan berwisata ke Penang. Kereta tiba-tiba mogok ditengah jembatan karena generator listrik mati. Para penumpang tersebut panik karena mereka terjebak didalam yang minim akan adanya ventilasi.

Seorang turis Malaka, Jalil Hasan menyampaikan bahwa kejadian tersebut benar-benar suatu bencana. Penumpang yang terjebak didalam gerbong merasa kepanasan sehingga sulit bernapas.

“Ventilasinya sangat buruk hingga seorang turis dari Arab berusaha memecahkan kaca jendela untuk mendapatkan udara. Setelah satu jam terperangkap dalam gerbong, baru datang seorang karyawan dari Penang Hill Corporation (PHC),” ujarnya.

Akibat kejadian ini terdapat empat penumpang yang harus dilarikan ke rumah sakit dan setelah dirawat dibolehkan pulang.

Masrijon Kamsudin, salah seorang turis mengungkapkan bahwa istrinya kesulitan bernafas karena terjebak dalam kereta selama 2 jam.

Asisten Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan SAR Paya Terubong, Superintendan Poh Leong Soon menjelaskan bahwa timnya telah menyelamatkan lebih dari 50 penumpang.

Dalam jumpa pers yang digelar General Manajer PHC Lawrence Khoo membantah bahwa para penumpang terperangkap selama dua jam. Menurut pihaknya kejadian tersebut hanya terjadi selama 10 menit.

“Pintu yang didobrak itu memicu sistem keamanan bekerja sehingga sistem kelistrikan tidak bisa dinyalakan. Penumpang juga berjalan di rel kereta, akibatnya listrik tidak mengalir ke sana. Staf kami berusaha menenangkan penumpang, namun mereka panik dan memecahkan jendela,” ujar Lawrence.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.