Aturan Lebih Longgar, Sederet Perjalanan Kereta Api Ini Tidak Wajib Rapid Test

Joni Martinus, VP Public Relations KAI - medan.tribunnews.com
Joni Martinus, VP Public Relations KAI - medan.tribunnews.com

Jakarta – PT Indonesia (KAI) sampai saat ini masih mengoperasikan sejumlah selama masa pandemi (Covid-19).  Supaya dapat memastikan perjalanan aman dari penularan virus corona, PT KAI pun menerapkan protokol yang ketat.

Misalnya saja membatasi kapasitas maksimal gerbong hanya setengah dari kapasitas normal, mewajibkan penumpang dan petugas menggunakan masker serta face shield, dan menjaga jarak selama di maupun gerbong kereta api.

Di samping itu, khusus untuk kereta jarak jauh, penumpang diwajibkan memiliki surat hasil test cepat (rapid test) Covid-19 guna memastikan kondisi penumpang dalam keadaan sehat. Akan tetapi, ada juga perjalanan kereta api yang tak mewajibkan penumpang untuk menyertakan surat keterangan hasil rapid test, khususnya untuk kereta jarak pendek.

Menurut penjelasan PT KAI, terdapat 4 perjalanan kereta api yang para penumpangnya tak diwajibkan untuk melakukan rapid test, yaitu:

  • KA Joglosemarkerto (Solo Balapan-Yogyakarta-Purwokerto-Tegal-Semarang Tawang PP)
  • KA Kamandaka (Purwokerto-Semarang Tawang PP)
  • KA Kaliagung (Semarang Poncol-Tegal PP, Semarang Poncol-Brebes PP, Semarang Poncol-Cirebon Prujakan PP)
  • KA Kuala Stabas (Tanjungkarang-Baturaja PP)

Hal tersebut disampaikan langsung oleh VP Public Relation PT KAI, Joni Martinus. Selain keempat kereta itu, beberapa perjalanan kereta lokal atau di daerah perkotaan seperti KA Prameks (Kutoarjo-Solo Balapan PP) juga tidak mewajibkan rapid test. “Itu kereta-kereta yang perjalanannya tidak membutuhkan surat hasil rapid tes,” ucap Joni, Senin (19/10), seperti dilansir Kompas.

Lantas, mengapa kereta-kereta itu tak memerlukan bukti sehat dengan surat rapid test dari para calon penumpangnya. “KA-KA tersebut digolongkan sebagai perjalanan orang di dalam wilayah/kawasan aglomerasi,” papar Joni. Oleh sebab itu, risiko penularan Covid-19 yang ada dinilai kecil lantaran daya jangkau kereta yang terbatas. “Karena masih dekat jaraknya, jadi tidak termasuk KA Jarak Jauh,” kata Joni.

Menurut informasi dari akun Twitter resmi KAI @KAI121, calon penumpang yang akan naik kereta tersebut cukup menggunakan masker, pakaian berlengan panjang/jaket, dalam kondisi sehat (tidak demam atau flu), serta mempunyai suhu badan di bawah 37,3 derajat celsius.