Jam Operasi & Kapasitas Penumpang KRL Dibatasi Selama PSBB

KRL commuterline - katadata.co.id
KRL commuterline - katadata.co.id

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi jam operasi dan rel listrik () commuter line selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan di wilayah Jabodetabek. Dengan demikian, KRL hanya beroperasi dengan mulai jam 05.00 hingga 18.00 WIB setiap hari.

“(Operasional KRL) pukul 05.00-18.00 WIB. Headway (selang waktu kedatangan antar-kereta) tidak dijarangkan, frekuensi tetap,” kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, Jumat (17/4), seperti dilansir Kompas. Selain itu, jumlah penumpang commuter line pun akan dibatasi maksimal 35% per gerbong kereta dari kapasitas normal. “Penumpang dibatasi 35 persen, sekitar 60 orang,” terangnya.

Pembatasan penumpang KRL ini dilakukan guna menjaga jarak aman antar penumpang atau physical distancing untuk mencegah penularan (Covid-19). Ditemui secara terpisah, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menerangkan bahwa KRL tetap beroperasi untuk melayani warga yang bekerja di sektor-sektor usaha yang tetap diperbolehkan beroperasi selama PSBB berlangsung.

Sebagai operator KRL, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menerapkan protokol yang ketat serta menempatkan petugas yang akan mengawasi pelaksanaan physical distancing. Kemenhub pun nantinya akan mengevaluasi operasional KRL selama PSBB berlangsung. “Akan dilakukan juga berbagai upaya untuk mendukung pencegahan Covid-19, seperti rekayasa operasi, penertiban antrean di -stasiun yang masih ramai, dan menjaga physical distancing,” jelasnya.

Zulfikri menambahkan, pencegahan penyebaran virus corona di KRL ini perlu dilakukan oleh semua pihak. “Pengoperasian KRL Jabodetabek akan lebih efektif jika semua stakeholder terkait tetap melakukan penertiban kegiatan-kegiatan yang dilarang, bekerja dari rumah, dan diam di rumah,” terang Zulfikri.

Di sisi lain, komunitas KRLmania berharap pihak daerah (Pemda) bisa memberikan kompensasi atas uji coba penghentian operasional KRL. “Porsi besar dari uji coba penyetopan KRL ini ada di Pemda, karena masalahnya jika operasional KRL disetop, bagaimana ke depannya?” kata Koordinator Komunitas KRLmania Nurcahyo di Jakarta, Kamis (16/4).

Nurcahyo pun menyarankan supaya antara Pemda dan operator KRL bisa memerhatikan dan mempertimbangkan mereka yang masih harus bekerja dan bergantung pada umum. Misalnya saja membuka wadah untuk menampung para pekerja atau yang kehilangan nafkahnya karena penyetopan operasional KRL selama PSBB dengan menunjukkan Kartu KMT.