KAI & Bank Mandiri Rilis Kartu Commuterpay untuk Permudah Naik KRL

Didiek Hartantyo, Direktur Utama PT KAI - ekonomi.bisnis.com
Didiek Hartantyo, Direktur Utama PT KAI - ekonomi.bisnis.com

Jakarta – PT Api Indonesia (KAI) bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk menerbitkan kartu Commuterpay yang bisa digunakan oleh para (KRL) dalam melakukan .

Menurut Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, kerja sama tersebut adalah salah satu implementasi budaya untuk setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memberikan nilai tambah dan kemudahan untuk . “Dengan Commuterpay, penumpang KRL akan lebih mudah untuk melakukan perjalanan dan tidak perlu mengantre isi ulang atau membeli harian berjaminan di ,” ujar Didiek, Selasa (18/8), seperti dilansir Tribunnews.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku anak usaha KAI sebelumnya sudah menambah jumlah stasiun khusus yang melayani transaksi non-tunai dengan kartu multi trip (KMT) dan kartu uang bank. Ada 8 stasiun khusus transaksi non-tunai, 3 di antaranya adalah stasiun dengan volume pengguna tinggi, seperti Stasiun Bogor, Cilebut, dan Cikarang. Sedangkan 5 stasiun lainnya yang melayani transaksi non-tunai adalah Stasiun Palmerah, UI, Sudirman, Cikini, dan Taman Kota.

“Permintaan terhadap uang elektronik seperti Commuterpay semakin meningkat di masa depan karena memudahkan pengguna KRL dalam bertransaksi,” ucap VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba. Dengan menggunakan kartu Commuterpay, penumpang tak perlu antre 2 kali untuk naik KRL, yakni menunggu antrean isi ulang atau membeli tiket harian berjaminan (THB) dan antrean menuju masuk pintu elektronik stasiun.

Kartu Commuterpay bisa dipakai untuk pembayaran tol, parkir, MRT, LRT, bus Transjakarta, Transjogja, Batik Solo Trans, pembayaran di SPBU, wahana liburan, restoran maupun belanja di toko ritel seperti Indomaret, Alfamart, dan lain-lain.

Didiek menambahkan, masyarakat yang ingin memperoleh kartu Commuterpay bisa melakukan pembelian di loket stasiun KRL mulai awal bulan Oktober 2020 mendatang. “Kerja sama ini juga dapat menciptakan value creation, untuk memenuhi harapan stakeholder dalam rangka peningkatan khususnya untuk penumpang KRL,” beber Didiek.

Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar menuturkan, dengan kerja sama ini maka pengguna KRL dan publik lainnya hanya perlu memiliki 1 kartu untuk melakukan transaksi pembayaran. “Inisiatif ini dapat lebih memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik karena hanya memerlukan 1 kartu saja,” tandasnya.