KAI Maksimalkan Angkutan Barang di Jawa & Sumatra Selama Masa Pandemi

Joni Martinus, Manager Humas Daerah Operasi 2 Bandung - jabar.tribunnews.com
Joni Martinus, Manager Humas Daerah Operasi 2 Bandung - jabar.tribunnews.com

(KAI) berupaya untuk memaksimalkan dan menambah frekuensi serta volume angkutan di wilayah Jawa dan luar Jawa selama masa pandemi (Covid-19). Upaya tersebut dilakukan menyusul dihentikannya semua perjalanan KA jarak jauh sejak berlakunya larangan mudik tanggal 24 April 2020 lalu.

Plt. VP Public Relations Joni Martinus menuturkan, KAI belum lama ini sudah meresmikan angkutan batu bara swasta dari Muaralawai ke Kertapati di Sumatera Selatan. “Angkutan barang batu bara di Sumatera mayoritas menggunakan gerbong terbuka dan kontainer dengan kapasitas angkut per gerbong ada yang 30 ton ada juga yang 50 ton per gerbong,” ungkap Joni, Selasa (28/4), seperti dilansir Bisnis.

Angkutan barang pun bakal dioptimalkan untuk mengangkut BBM yang memakai gerbong khusus BBM. Selain, ada pula angkutan semen yang memakai gerbong datar terbuka. Sedangkan untuk angkutan logistik menggunakan kereta bagasi. KAI pun sebelumnya telah mulai mendistribusikan barang retail, termasuk pangan, seperti beras, buah-buahan, sayur-sayuran, dan lain-lain dengan aman, tepat waktu, dan efisien.

Rail Express sendiri adalah layanan angkutan barang Station to Station dengan harga yang terjangkau dan tersedia di 60 stasiun Pulau Jawa. Untuk menggunakan layanan Rail Express, pelanggan dapat menyerahkan barang ke loket Rail Express di stasiun, kemudian mengambilnya di loket Rail Express stasiun tujuan.

Selama masa pandemi Covid-19 ini, hanya perusahaan transportasi logistik untuk bahan pangan yang masih dapat beroperasi tanpa pembatasan. Hal ini sesuai dengan Permenkes No. 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar () dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Hingga kini Rail Express milik KAI telah melayani angkutan bahan pangan seperti telur dari Blitar ke Jakarta, bawang merah dari Nganjuk ke Jakarta, salak dari Purwosari ke Jakarta, sayur dan buah dari Malang dan Kebumen ke Jakarta dan Bandung, serta angkutan bahan pangan lainnya ke sejumlah tujuan.

“Layanan ini diharapkan membantu masyarakat yang ingin mengirimkan barangnya selama masa pandemi COVID-19. Terutama bagi mereka yang tidak bisa mudik lebaran, dan ingin mengirim paket ke kampung halaman,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*