PSBB Jakarta, PT KAI Tetap Wajibkan Penumpang Bawa Surat Bebas Covid-19

Calon penumpang di Stasiun - kompas.com

Provinsi (Pemprov) akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai hari Senin, 14 September 2020 besok. (KAI) sendiri mengaku masih tetap konsisten memberlakukan protokol seperti sejak pertama kali PSBB pada bulan April 2020 lalu.

Oleh sebab itu, pihak KAI merasa optimis tak perlu melakukan penyesuaian berlebihan di tengah rencana PSBB yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta tersebut. “KAI berusaha menjadikan api sebagai moda yang aman dari penyebaran Covid-19,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus, Sabtu (12/9), seperti dilansir Bisnis.

Dari sederet dan protokol kesehatan yang dilakukan PT KAI, salah satunya adalah kewajiban bagi calon untuk mengenakan masker. Penumpang pun diharuskan membawa surat keterangan bebas Covid-19 dan keterangan suhu badan di bawah 37,3 derajat celsius tiap hendak melakukan perjalanan dengan moda transportasi kereta api. “Pelanggan yang tidak memenuhi persyaratan tersebut akan ditolak naik kereta api,” beber Joni.

Sebagai langkah perlindungan ekstra terhadap para pelanggan, pihak PT KAI juga memberikan face shield atau pelindung wajah secara cuma-cuma untuk para penumpang kereta api jarak jauh. Hingga kini PT KAI juga masih menerapkan pembatasan jumlah perjalanan dan kapasitas penumpang di setiap KA hanya 70% dari okupansi normal.

Pada bulan Mei 2020, PT KAI rata-rata mengoperasikan 71 kereta per hari atau 13% dari jumlah normal yang mencapai 532 KA per hari. Jumlah kereta yang dijalankan mengalami peningkatan secara bertahap menjadi 117 KA per hari atau 22% pada bulan Juni 2020, 159 KA per hari atau 30% pada bulan Juli 2020, 237 KA per hari atau 44% pada bulan Agustus 2020, hingga 267 KA per hari atau 50% per tanggal 10 September 2020.

“Pembatasan kapasitas dan jumlah perjalanan masih secara konsisten KAI terapkan untuk menciptakan physical distancing di dalam kereta dan di agar tidak terjadi kepadatan,” tutup Joni.