Okupansi Merosot, KAI Daop 4 Semarang Setop Sementara KA Kaligung & Kedungsepur

Krisbiyantoro, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang - datsumo-no-mechanism460.info
Krisbiyantoro, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang - datsumo-no-mechanism460.info

Semarang – Usai membatalkan api ke Jakarta, PT Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang pun menghentikan sementara perjalanan KA Kaligung dan Kedungsepur mulai Rabu (15/4) sampai tanggal 30 April 2020 mendatang.

Tak hanya membatalkan perjalanan kereta api lokal, KAI Daop 4 Semarang pun membatalkan perjalanan KA Ciremai Pagi relasi Semarang-Bandung mulai tanggal 14-30 April 2020. Menurut Manajer Humas PT KAI Daops IV Semarang, Krisbiyantoro, pembatalan sejumlah perjalanan kereta api tersebut dilakukan karena okupansi atau tingkat keterisian di sejumlah kereta merosot tajam selama wabah (Covid-19).

“Okupansi KA yang merosot tajam tidak hanya dialami KA jarak jauh. KA lokal, seperti Kaligung dan Kedung Sepur juga terkena imbas. Bahkan rata-rata okupansi KA lokal itu di bawah 10%,” kata Kris, Selasa (14/4), seperti dilansir Solopos.

Lebih lanjut Kris mengungkapkan, total terdapat 8 perjalanan kereta api lokal yang operasionalnya dihentikan untuk sementara waktu. Kedelapan perjalanan KA tersebut terdiri dari 4 perjalanan KA Kaligung dan 4 perjalanan KA Kedung Sepur.

Pembatalan perjalanan KA Kaligung ini berlaku untuk keberangkatan dari Semarang pukul 13.50 WIB dan 08.50 WIB, serta dari Cirebon jam 09.10 WIB, dan Brebes pada pukul 12.15 WIB. Sedangkan untuk KA Kedung Sepur yang disetop adalah keberangkatan dari Ngrombo pukul 10.00 WIB dan 17.00 WIB, serta dari Semarang pukul 06.20 WIB dan 14.10 WIB.

“Sebagai alternatif, kami mempersilakan menggunakan KA Harina, Joglosemarkerto, Kamandaka dan Maharani untuk perjalanan tujuan Bandung, Tegal, Purwokerto, Surabaya, serta Jakarta,” ujar Kris.

Sebagai dampak dari pandemi , KAI Daop 4 Semarang telah mengalami kerugian rata-rata Rp1 miliar. Penurunan pendapatan ini berlangsung sejak 16 Maret 2020. Padahal biasanya rata-rata pemasukan setiap hari adalah Rp1,2 miliar dan kini turun jadi Rp114 juta.

“Penurunan ini terkait karena pembatalan perjalanan kereta dari Semarang ke jakarta dan juga tingkat okupansi perjalanan kereta lokal yang merosot tajam,” terangnya. Untuk menekan angka kerugian, pihaknya akan kembali membatalkan sejumlah perjalanan kereta. “Penghentian sementara kereta ini untuk mengurangi biaya operasional perjalanan,” tutupnya.