Ramaikan Wisata Solo, Kereta Uap Joko Kendil Resmi Meluncur

Kereta Uap Joko Kendil Resmi Meluncur - www.merdeka.com
Kereta Uap Joko Kendil Resmi Meluncur - www.merdeka.com

Solo Kota Solo resmi meluncurkan uap kuno bernama KA Djoko Kendil pada Minggu (16/2) lalu. Peluncuran uap lawas D1410 ini dilakukan untuk merayakan Hari Jadi ke-275 Kota Solo di depan rumah dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung.

Setelah diluncurkan, yang dipesan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo ini akan difungsikan sebagai kereta untuk mendampingi KA Jaladara yang sudah beroperasi sebelumnya melayani para dari Purwosari sampai Stasiun Sangkrah.

“Pengoperasian KA ini sebagai bukti kesetiaan kami untuk memperbaiki kereta zaman dulu. Ini (KA Joko Kendil) sudah berusia 99 tahun. Jadi perlu perawatan khusus,” ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro, Minggu (16/2), seperti dilansir Merdeka.

KA Joko Kendil sendiri merupakan kereta uap buatan Hanomag Hannover, Linden, Jerman tahun 1921 silam. Edi menjelaskan, KA Djoko Kendil ini memang tergolong langka karena usianya mencapai 99 tahun. Lokomotif dengan panjang 20 meter tersebut berhasil dihidupkan kembali berkat para pensiunan PT KAI yang memiliki kepedulian terhadap kereta lama.

Para pensiunan PT KAI kabarnya ikut turun tangan untuk memperbaiki supaya kereta uap bersejarah tersebut dapat kembali berjalan. Bahkan kini masih terdapat belasan kereta di Ambarawa yang rencananya akan dihidupkan kembali oleh PT KAI. “Lokomotif yang berubah menjadi D1410 ini merupakan satu-satunya kereta uap tua yang sudah tidak ada lagi di dunia. KA Djoko Kendil bisa menjadi kereta wisata di Soloraya,” ujar Edi.

Gerbong kereta lawas ini dirancang cukup istimewa dengan interior utama yang memakai material kayu jati. Dalam gerbong berkapasitas 50 orang ini juga dilengkapi meja panjang serta kursi melingkar, sehingga cocok digunakan sebagai tempat rapat. Selain itu, ada pula minibar di bagian belakang gerbong.

“Sebenarnya seri D14 ini ada 23 unit, namun tinggal sisa ini yang masih berjalan, sehingga harus kita jaga bersama,” papar Edi. Sebagai kereta yang dimanfaatkan untuk wisata sejarah, biaya operasional dari KA Joko Kendil kabarnya bakal ditanggung oleh pihak Pemkot Solo dan PT KAI seperti halnya perawatan dari KA Jaladara.