KAI Daop 9 Jember Kembali Operasikan KA Mutiara Timur & Wijayakusuma

Broer Rizal, Vice President KAI Daop 9 - portaljember.pikiran-rakyat.com
Broer Rizal, Vice President KAI Daop 9 - portaljember.pikiran-rakyat.com

Surabaya – PT Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember kembali mengoperasikan KA Wijayakusuma yang melayani Ketapang-Cilacap dan KA Mutiara Timur relasi Ketapang-Yogyakarta menjelang 2021.

“Kedua kereta itu kembali pada bulan Ramadan, meskipun tidak setiap hari dan pada hari tertentu saja,” ucap Vice President KAI Daop 9 Broer Rizal di Kabupaten Jember, Selasa (27/4), seperti dilansir Antara. KA Wijayakusuma kini beroperasi pada akhir pekan minggu keempat April dan awal bulan Mei 2021, tepatnya tanggal 29-30 April dan 1-5 Mei 2021. Sementara itu, KA Mutiara Timur beroperasi dengan jadwal 1-5 Mei 2021.

Rizal menjelaskan, pihak KAI Daop 9 Jember masih melayani tiket kereta api sampai dengan tanggal 5 Mei 2021, lalu dilanjutkan lagi pada 18-31 Mei 2021 karena pihak Daop 9 Jember akan mematuhi dan juga mendukung seluruh kebijakan pemerintah, termasuk . “Selama beroperasi, para petugas KAI Daop 9 Jember selalu memantau penerapan protokol para penumpang dan sering kali ditemui penggunaan masker yang masih tidak menutupi hidung dan mulut, serta protokol physical distancing yang diabaikan,” jelas Rizal.

KA Wijayakusuma dijadwalkan berangkat dari Ketapang Banyuwangi pukul 11.30 WIB dan sampai di Cilacap jam 02.15 WIB. Lalu, KA Wijayakusuma berangkat lagi dari Cilacap pukul 15.30 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang pukul 05.45 WIB. Sedangkan KA Mutiara Timur diberangkatkan dari Stasiun Ketapang Banyuwangi pukul 17.30 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 05.35 WIB. Untuk rute sebaliknya, KA Mutiara Timur berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 20.05 WIB dan sampai di Ketapang pukul 07.30 WIB.

Selama beroperasi, para petugas tak henti-hentinya mengingatkan para penumpang untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Apabila kedapatan ada penumpang yang dengan sengaja mengabaikan prokes, maka dengan tegas penumpang itu akan diturunkan di stasiun terdekat atau dilarang menggunakan kereta api untuk bepergian. “Kami mengimbau penumpang yang menggunakan angkutan kereta api untuk mematuhi ketentuan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran ,” tutup Rizal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*