Kereta Bandara Soekarno Hatta Ditargetkan Beroperasi Akhir 2014

Soekarno Hatta ditargetkan akan mulai dioperasikan pada akhir tahun 2014. Konstruksi untuk Soekarno Hatta ini akan dimulai pada awal tahun 2014 akan mulai terealisasi.

“Mudah-mudahan akhir tahun depan sudah beroperasi. Tapi kalau enggak bisa ya enggak apa-apa. Ditunda lagi,” ujar Igansius Jonan, Direktur Utama kepada okezone.

Jonan mengungkapkan bahwa kereta Soekarno Hatta mengalami sedikit penundaan karena masih menunggu keputusan dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub).  Pada saat ini Kemenhub masih ingin membangun rel layang diwilayah yang bersinggungan dengan kereta bandara Soekarno Hatta seperti di wilayah Manggarai dan Kampung Badan.

Proyek ini akan menelan dana sekitar Rp2triliun. Dari jumlah dana yang ditargetkan tersebut sebanyak 15 persen akan diambil dari kas internal lalu sisanya akan ditutupi dengan melakukan pijaman.

“Namun bisa 20 persen dan 80 persen,” ujarnya.

Jonan menjelaskan untuk tarif kereta bandara ini akan lebih mahal dibandingkan dengan perjalan kereta lainnya atau perjalanan kereta pada umunya. Tarif yang lebih mahal ini disebabkan karena fasilitas yang diberikan jauh lebih baik dari kereta Bandara Kualanamu.

“Mungkin Rp80.000, bukan Rp30.000, karena kami yang menentukan. Untuk kereta bandara ini akan duduk semua, enggak ada yang berdiri. Seperti di Hong Kong, ada bagasinya. Bedalah, lebih bagus,”  tegasnya.

Jalur kereta bandara ini akan melewatu Maggarai – Sudirman – Tanah Abang – Duri – Grogol – Bojong Indah – Kalideres – Tanah Tinggi dan berakhir di Bandara Soekarno Hatta.

Menurut rancangan kareta ini akan ditargetkan berangkat setiap 30 menit dari Manggarai. Untuk menuju bandara akan ditempuh dalam waktu 55 menit.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.