Kereta Kargo Pengangkut Imigran Anjlok

kereta kargo pengangkut imigran gelap anjlok

pengangkut imigran gelap
sumber : rt.com

Mexico City – Minggu, 25 Agustus 2013 waktu setempat kereta kargo berisi imigran gelap anjlok dari rel. Kereta kargo ini membawa imigran gelap dari meksiko menuju Amerika Serikat Akibat anjloknya kereta kargo ini sedikitnya 6 orang tewas dan belasan orang alami luka – luka.

Senin, 26 Agustus 2013 AFP  memberitakan bahwa kereta kargo bernama “The Beast” membawa imigran asal Amerika Tengah dengan cara ilegal atau gelap. Para imigran ini membayar para penyelundup barang agar dapat duduk diatas kereta barang ini.

Namun hal yang tak terduka terjadi, kereta tersebut terguling dan anjlok dari rel di dekat wilayah Tabasco, Meksiko bagian selatan pada Minggu (25 Agustus 2013) waktu setempat. Terdapat delapan gerbong yang terguling, anjlok dari rel.

Luis Felipe Puente, Koordinator Perlindungan Sipil Nasional, menjelaskan bahwa sudah terdapat 18 orang yang dilarikan ke rumah sakit daerah setempat. 17 orang diantaranya berasal dari Honduras dan seorang berasal dari Guatemala.

Pemerintah setempat mengatakan bahwa terdapat skitar 250 orang yang menumpang dalam kereta kargo tersebut. Akses untuk menuju tempat anjloknya kereta hanya dapat ditempuh dengan helikopter atau kapal tidak dapat melalui darat.

Tabasco, juru bicara pemerintah setempat mengungkapkan bahwa empat korban tewas berasal dari Honduras dan dua korban tewas lainnya belum diketahui asalnya.

Penyebab anjloknya kereta ini masih diselidiki oleh aparat stempat. Aparat masih belum mengetahui pasti tersebut penyebabnya apa. Namun dari sejumlah media Meksiko menyebutkan bahwa penyebab kecelakan ini karena kereta melaju dalam kecepatan yang sangat tinggi saat hujan deras.

“The Beast” adalah kereta kargo atau kereta barang yang membawa imigran gelap dari Meksiko dan Amerika Tengah. Imigran gelap ini membayar US$ 100 untuk dapat menumpang kereta ini dan masuk AS.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.