Ruang Tunggu Khusus KA Bandara di Stasiun Balapan Solo Diresmikan

Edi Sukmoro, Direktur Utama PT KAI - beritatrans.com
Edi Sukmoro, Direktur Utama PT KAI - beritatrans.com

Solo – Direktur Utama PT Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro meresmikan ruang tunggu api (KA) Adi Soemarmo di Balapan Solo pada Kamis (29/8). Ruang tunggu tersebut sengaja dirancang terpisah dari kereta lainnya di Balapan. Sedangkan untuk KA Bandara Solo sendiri ditargetkan dapat segera beroperasi tahun ini.

“Kami berharap bisa memberikan kenyamanan yang maksimal untuk penumpang KA Bandara,” ungkap Dirut Utama , Edi Sukmoro, seperti dilansir Tempo. Edi juga menambahkan bahwa ruang tunggu itu bukanlah yang pertama di Indonesia. “Sebelumnya sudah diresmikan di Kualanamu, Soekarno Hatta, Minangkabau, Palembang,” jelas Edi.

Walaupun bukan yang pertama, menurut Edi ruang tunggu yang dibangun di Stasiun Balapan tersebut mempunyai desain yang tergolong sangat menarik. “Saya rasa bagus, ekspresif, milenial pasti melihat ini lebih nyaman,” ungkap Edi.

Adapun akses untuk masuk ke ruang tunggu tersebut bisa ditempuh melalui skybridge yang menghubungkan antara Stasiun Balapan dengan Tirtonadi. Dengan adanya fasilitas itu diharapkan dapat menjadi sarana integrasi antarmoda, baik moda , pesawat, dan juga kendaraan angkutan darat.

Edi juga menambahkan bahwa ruangan yang memiliki panjang mencapai 150 meter tersebut dapat dijadikan percontohan. Ruang tunggu KA Bandara Solo ini dibangun dua lantai, dengan lantai pertama yang difungsikan sebagai tempat pemberangkatan, sementara itu lantai dua dirancang khusus sebagai ruang tunggu penumpang.

Lantai pertama ruang tunggu tersebut mempunyai luas 928 meter persegi dan lantai kedua luasnya mencapai 1.212 meter persegi. Ruang tunggu tersebut kabarnya dapat menampung sebanyak 700 orang calon penumpang. Nantinya KA Bandara Solo tak hanya melayani ke Bandara Adi Soemarmo saja. “Bisa dilaju dari Yogyakarta, Kulonprogo, Wates nanti juga bisa dibangun Stasiun Kedundang,” ungkap Edi.

Keberadaan KA Bandara Adi Soemarmo Solo tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif moda transportasi yang memadai bagi yang hendak menuju bandara. “Saya kira akan lebih simpel menggunakan kereta menuju bandara,” tandas Edi Sukmoro.