Keunikan Stasiun Malang Kota Baru

, selain dikenal sebagai , juga memiliki beberapa bangunan menarik yang menjadi ikon kota. Salah satunya adalah .

Malang (ML) merupakan kelas besar yang terletak di Klojen, Kota Malang, . Stasiun yang terletak pada ketinggian 444 meter di atas permukaan laut ini merupakan terbesar di Kota Malang. Stasiun ini memiliki dua belas aktif dengan 3 sebagai sepur lurus.

Stasiun Malang sering juga disebut Stasiun Kota Baru. Pasalnya, sebelum menggunakan stasiun ini, warga Malang masih banyak yang menggunakan Stasiun Kota Lama yang terletak di Kol. Sugiono, Ciptomulyo, Malang. Pada sekitaran tahun 1880-an, stasiun inilah yang berfungsi menghubungkan Kota Malang dengan kota-kota lain.

Lalu, pada tahun 1941, Stasiun Kota Baru mulai didirikan berdasarkan karya J. van der Eb. Awalnya, bangunan Stasiun Kota Baru dibuat di sisi timur stasiun yang sekarang. Selain karena pada masa itu di timur rel masih terdapat tangsi militer, struktur bangunan ini juga memungkinkan yang baru turun dari kereta api bisa langsung menikmati keindahan pemandangan Gunung Panderman di sebelah barat.

Namun dalam perencanaan pengembangan kota ke arah barat, hal tersebut diubah. Stasiun kereta api diletakkan di sebelah barat rel sehingga dapat langsung menghadap Lapangan JP Coen (sekarang Alun-Alun Bundar) yang direncanakan sebagai pusat pemerintahan. Selain itu, juga memudahkan akses menuju Jl. Kahuripan, Jl. Kayoetangan, dan Jl. Semeru, yang dijadikan sebagai titik pusat lalu lintas kota. Pemindahan tersebut disetujui pada tahun 1930.

Arsitektur bangunan Stasiun Kota Baru dirancang oleh Landsgebouwendienst (Jawatan Gedung Negara) dengan gaya kolonial modern. Arsitektur yang disebut sebagai Nieuwe Bouwen ini memiliki ciri-ciri berwarna putih, atap datar, gevel horizontal, dan volume bangunan yang berbentuk kubus.

Untuk menambah kesan monumentalnya, dibuatlah jalan kembar yang menghubungkan stasiun ini dengan Alun-Alun Bundar. Kemudian, dibangun juga taman di tengah jalan tersebut agar terlihat lebih indah.

Hal unik lain dari Stasiun Kota Baru Malang adalah adanya terowongan antara peron 2 dan peron 3. Pada masa kolonial, hal ini dimaksudkan sebagai tempat perlindungan untuk mengantisipasi serangan udara. Atap peron terbuat dari beton dengan sistem konstruksi shell setebal 5cm. Secara keseluruhan, stasiun ini memberikan kesan sebagai arsitektur fungsional yang berkembang antara tahun 1920-1940an di Eropa.

Lokasi Stasiun Kota Baru memang sangat strategis karena tepat berada di pusat kota. Stasiun kereta api ini menghadap langsung ke arah ikon Kota Malang, yaitu Monumen Tugu, yang berada di depan kantor Balai Kota Malang. Juga, berdekatan dengan kompleks SMA Tugu (SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 4), gedung DPRD Kota Malang, Pasar Klojen, Hotel Tugu Inn, dan Markas Kodam V Brawijaya.