KAI Commuter Luncurkan KMT Edisi Khusus Solo, Harga Rp30 Ribu

KAI Commuter Luncurkan KMT Edisi Khusus Solo
Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka bersama EVP Daerah Operasi VI Jogjakarta PT KAI, Asdo Atrivianto dan Direktur Utama PT KAI Commuter, Mukti Jauhari saat peluncuran KMT Khusus Solo - jateng.inews.id

– PT Commuter baru saja menerbitkan Kartu Multi Trip () Edisi Solo. Diluncurkannya KMT edisi khusus ini dalam rangka memberikan apresiasi untuk antusiasme masyarakat terhadap beroperasinya kereta rel listrik (KRL) Yogyakarta-Solo sejak bulan Februari 2021 lalu. Sampai saat ini, KRL Jogja-Solo menjadi andalan warga Surakarta, Klaten, Yogyakarta, dan sekitarnya.

Acara peluncuran KMT Edisi Khusus Solo tersebut dihadiri oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bersama EVP Daerah Operasi VI Yogyakarta PT KAI Asdo Atrivianto dan Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari, di Solo Balapan, pada Kamis (8/4) lalu. KMT itu merupakan edisi khusus kedua yang terinspirasi dari wilayah Yogyakarta-Solo. Sebelumnya, bulan Oktober 2020 KAI Commuter juga sudah menerbitkan KMT edisi khusus Yogyakarta.

Menurut Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari, KRL Yogyakarta-Solo terus mengalami peningkatan. Selama Februari 2021, KAI Commuter mencatat rata-rata pengguna KRL -Solo per hari mencapai 4.809 orang, sedangkan selama Maret 2021 rata-rata penumpang per hari mencapai 6.328 orang atau meningkat 31,5%. penumpang terbanyak yang pernah dilayani oleh KRL Yogyakarta-Solo adalah 10.535 orang dalam 1 hari pada tanggal 4 April 2021.

Oleh sebab itu, pihak KAI Commuter pun meluncurkan 1.000 KMT edisi khusus Solo yang resmi dijual di seluruh Stasiun KRL lintas Yogyakarta-Solo Balapan mulai Kamis lalu. KMT edisi khusus Solo ini dijual dengan Rp30 ribu, sudah termasuk isi saldo Rp10 ribu. “KMT edisi khusus ini menggunakan unsur landmark Kota Surakarta dengan mengangkat suasana lokal yang penuh makna. Ke depan, kami akan merilis beberapa KMT, kami akan koordinasi dengan daerah untuk mengakomodasi ide-ide pemerintah daerah agar lebih mengenalkan KRL Jogja-Solo,” beber Mukti.

Para pengguna KRL yang ingin mengetahui sejarah KMT dalam berbagai edisi khusus bisa melihat display KMT di 6 stasiun, yakni Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Maguwo, Stasiun Klaten, Stasiun Purwosari dan Stasiun Balapan. “Hadirnya KRL membawa sejumlah perubahan dalam budaya angkutan perkotaan di wilayah Solo, Yogyakarta, dan sekitarnya. Salah satunya dengan bertransaksi non tunai menggunakan KMT atau kartu uang elektronik ini,” tandas Mukti.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*