L-Zero : Kereta Supercepat Rancangan Jepang 500 km/jam

Saat ini tengah merangcang kereta supercepat dengan kecepatan hingga 500 kilometer per jam. Kerets supercepat ini dirangcang oleh The Central Railway Japan Co (JR Tokai). Kereta supercepat rancangan ini mereka beri nama L-Zero.

L-Zero merupakan kereta magnetic Levitation train. L – Zero tidak memakai roda. L-zero menggunakan medan magnet agar tetap berada diatas rel. Kereta ini akan berjalan seperti melayang diatas jalurnya. Dengan konsep magnetic levitation ini akan menjaga L-Zero agar tetap berada ditengah.

Prototipe dari kereta ini telah diujicobakan pada Kamis, 29 Agustus 2013 lalu. Uji coba ini memakai lima gerbong dan menempuh jarak sepanjang 42,8 kilometer.

Uji coba kereta supercepat ini dihadiri oleh JR Toksi, Yoshiyuki Kasai dan Akihiro Ota, Menteri Transporatis Jepang. Selain itu juga hadir Shomei Yokuchi, Gubernur Yamanashi. Dalam uji cob aini juga diliput berbagai wartawan yang ingin mengabadikannnya.

“Saya merasakan kecepatan 505 km/jam. Tubuh saya merasakan kecepatannya, tetapi sama sekali tak merasakan ketidaknyamanan dan percakapan berlangsung seperti biasanya. Saya tak merasakan getaran.” Ujar Ota kepada Asasi Shimbun saat usai uji coba.

Seorang wartawan Discovery dalam liputannya menjelaskan bahwa saat merasakan uji coba kereta ini ini, dirinya merasa seperti ditarik kebelakang kursi saat kereta berjalan.

Pengembangan kereta ini terkai dengan upaya Jepang untuk mengekspor teknologimya ke negara maju. Selain itu juga dikaitkan dengan penangan bencana alam.

Rencananya kereta ini akan dioperasikan pada tahun 2027. Kereta pertama kali akan dioperasikan dengan jalur Tokyo Shinagawa ke Bagoya. Waktu tempuhnya sekitar 40 menit.

Pada tahap selanjutnya akan dikembangkan pad atahun 2045 jalur Shin – Osaka dengan waktu tempuh 67 menit.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.