Lintasan Rel Palur Berlubang, Kendaraan harus Melambat

Karanganyar – Lintasan rel wilayah Palur mengalami kerusakan yang sangat parah. Kerusakan lintasan rel ini berada ditengah – tengah rel. Akibat kerusakan ini kendaraan yang harus melintasi lintasan rel ini harus ekstra hati – hati dan berjalan dengan lambat. Karena hal ini pula lintasan rel Palur ini menjadi salah satu biang kemancetan saat jam – jam sibuk dan padat kendaraan.

Suaramerdeka pada kemarin, Jumat, 30 Agustus 2013 pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB kendaraan yang melintasi daerah ini berjalan perlahan dan merayap. Keadaan ini terus terjadi sampai traffic light pertigaan di depan Markas Kostrad di Mojolaban.

Kasat Lantas AKP Suwarsih dikonfirmasi Suaramerdeka mengataka bahwa hal ini telah dilaporkan kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah sejak bulan puasa hingga mendekati arus .

“Kewenangan memperbaiki lintasan , karena ada di jalan Negara, menjadi kewenangan instansi provinsi. Kami melaporkan berkali-kali dengan harapan segera ditambal, diperbaiki. Tetapi hasilnya nihil,” jelasnya.

Lalu pihaknya juga mencoba melapor melalui Dishubkoninfo dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar tetpai hasilnya juga sama, tidak ditanggapi. Perbaikan lintasan rel tidak kunjung dilakukan. Dengan berbagai alasan tidak pernah dilaksanakan, sehingga kondisinya semakin parah.

Pihaknya telah berinisiatif untuk melakukan perbaikan sendiri dengan meminta bantuan aspal seberat 1 ton. Tetapi karena keterbatan bahan, hanya bagian sisi kiri dan kanan rel yang bisa diperbaiki.

“Yang di tengah perlintasan, di tengah rel tidak bisa diperbaiki. Kami melakukan perbaikan sendiri, polisi lalu lintas kami kerahkan mengaspal jalan, dibantu tenaga dari rekanan yang member aspal. Harapannya, kami mengetuk hati Dinas Bina Marga,” ungkapnya.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.