Lippo Bakal Bangun Kereta LRT di Kawasan Industri Cikarang

– PT Lippo Cikarang akan membangun sarana massa berbasis rel seperti light rail transit di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya. Alat untuk menunjang pengembangan kota Cikarang dan ini dapat terhubung ke Jakarta.

Direktur Pemasaran PT Lippo Cikarang Stanley Ang menuturkan jika pihak Lippo berencana mengembangakn transportasi berkonsep automated people mover system, salah satunya dengan membangun automated guideway transit.

Moda transportasi berbasis rel tersebut mampu mengangkut kapasitas 50 ribu hingga 250 ribu per hari dengan kecepatan rata-rata 28,5 km per jam. Moda transportasi semacam itu sudah ada di Jepang, Korea, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Singapura, Taiwan, Hongkong, dan Macau.

Stanley memaparkan jika kereta tersebut akan menghubungkan 7 kawasan industri di Bekasi, yakni Lippo Cikarang (termasuk Orange County), Cikarang Industrial Estate (Jababeka), Delta Mas, East Jakarta Industrial Park (EJIP), MM2100, Greenland International Industrial Center (GIIC), dan BIIE.

“Ada  automated guideway transit, yang bisa ke 6 kawasan lain. Dan nanti akan digabungkan dengan sehingga terintegrasi ke Jakarta,” kata Stanley.

“Untuk itu, kami akan berorientasi transit oriented development (TOD) sehingga nanti akan ada transportasi umum yang berbasis rel, bukan jalan lagi,” bebernya.

Alat transportasi itu nantinya akan dibagi ke dua . Pertama, north-south line sebagai tahap awal akan dimulai dari KA Cikarang lewat Jababeka menuju Orange County, Lippo Cikarang, dan EJIP.

Kemudian jalur yang kedua adalah west-east line yang terbentang dari Bekasi sampai Karawang. Dua jalur itu akan dipertemukan di Orange County, Lippo Cikarang. Kelak juga akan diintegrasikan dengan jalur LRT Cawang-Bekasi Timur untuk memudahkan transportasi menuju dan dari koridor timur Jakarta (Bekasi dan Karawang).

“Kehadiran moda transportasi masa depan di koridor timur Jakarta merupakan solusi sarana transportasi? bagi para pelaku usaha. Dengan ketersediaan sarana transportasi, pertumbuhan di Bekasi, Karawang, Purwakarta hingga Subang akan berkembang secara signifikan,” tuturnya.

Sampai saat ini rencana LPCK tersebut masih pada tahap studi kelayakan dengan Japan Transportasi Planning Association (JPTA) selaku rekan LPCK.

“Sekarang ini masih feasible study (FS) tetapi kami ingin secepatnya ini selesai dan targetnya 2020 karena kan MRT dan LRT sudah selesai dibangun pada saat itu sehingga APM kami juga mesti siap pada 2020,” tutupnya.