Lokasi Lahan untuk Jalur Rel KA di kaltim masih Dirahasiakan

Wacana pembangunan yang akan menghubungkan Kutai Barat hingga ke Balikpapan dan Kutai Timur mendapat reaksi positif dari Pemkab Kubar. Bupati Kubar, H Didik Effendi, bahkan menyampaikan dukungannya secara langsung. “Infomasi mengenai pembangunan kereta api di Kaltim telah kami dengar sejak lama. Kami sangat mendukung sekali rencana tersebut,” ujarnya.

Pemkab Kukar telah menyiapkan yang sedianya akan dilalui kereta api. Namun, perihal lokasinya masih dirahasiakan. “Untuk yang disiapkan kami rahasiakan. Apabila diinfokan sejak dini, tanah milik masyarakat akan jauh lebih mahal,” ungkap Didik.

Pihak Pemkab Kukar mengaku bahwa telah berencana membangun rel kereta api jauh sebelum kaltim mewacanakan pembangunan tersebut, bahkan sejak era Bupati Syaukani. Pembangunan rel kereta api ini pada awalnya ditujukan untuk mengangkut batu bara dan sawit. “Kami sudah menyusun feasibility study (studi kelayakan) sejak 2007,” kata Totok Heru Subroto, Kepala Bappeda Kukar melalui Kabid Fisik dan Sarana Prasarana Ahmad Marisi.

Terkait pembebasan lahan, Head of Regional Coorporate Affair PT KAB Yadi Sabianoor mengungkapkan pihaknya masih terus berupaya membebaskan lahan hingga 140 hektar. “Izin Prinsip dari Bupati PPU itu ada 289 hektare. Saat ini kita baru berhasil membebaskan 100 hektare dari 140 hektare target kita di tahap awal ini. Tapi kita yakin semua sudah bisa siap saat peletakan batu pertama,” tutur Yadi.

Di kesempatan berbeda, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyarankan pihak Russian Railways untuk tetap tenang menghadapi permasalahan terkait izin lahan hutan yang akan dilewati jalur rel kereta api. “Masalah perizinan nanti akan saya ajukan ke Menteri Kehutanan,” kata Awang Faroek saat bertemu Denis Muratov, Penasihat Russian Railways, di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Jumat (23/10).