18 Desember 2019, Loket Tiket KA Jarak Jauh & Menengah di Stasiun Medan Pindah

M Ilud Siregar, Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut - medan.tribunnews.com
M Ilud Siregar, Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut - medan.tribunnews.com

MEDAN – Informasi penting bagi para di wilayah Medan dan sekitarnya. Mulai tanggal 18 Desember 2019, () Divre I Sumatera Utara memindahkan kereta api jarak jauh dan jarak menengah di Besar Medan. Awalnya berada di lantai satu, nantinya loket penjualan akan beroperasi di lantai dua Railink, tepatnya di eks costumer service City Railink Station (CRS).

“Pemindahan layanan penjualan ticketing merupakan salah satu bagian untuk meningkatkan layanan kepada para kereta api dan juga untuk mendukung peningkatan layanan angkutan dan (Nataru) tahun 2019/2020,” papar Manajer Humas PT KAI Divre I Sumut, Muhammad Ilud Siregar. “Selain itu, merupakan bagian dari komitmen PT KAI Divre I Sumut untuk penataan layanan penumpang kereta api di Lantai II yang akan melalui skybridge saat nantinya beroperasi.”

Ilud menambahkan, sejumlah kereta api jarak jauh dan jarak menengah yang akan berpindah layanan penjualan tiketnya adalah KA Sribilah Utama, serta KA Sribilah Eksekutif dan Premium untuk relasi Medan-Rantau Prapat. Kemudian, KA Putri Deli dan KA Tanjungbalai Ekspress untuk relasi Medan-Tanjungbalai serta KA Siantar Ekspress dan KA Martimbang relasi Medan–Siantar.

“Sementara, untuk KA lokal Srilewangsa relasi Medan-Binjai, layanan penjualan ticket masih menggunakan layanan penjualan tiket di lantai satu,” sambung dia. “Kepada masyarakat yang akan bepergian dengan menggunakan kereta api dapat menggunakan fasilitas pintu masuk ke area drop zone lantai dua stasiun dan menggunakan fasilitas pintu lift, untuk melakukan transaksi layanan penjualan ticketing di lantai dua.”

Untuk meningkatkan kenyamanan di angkutan Natal dan Tahun Baru, manajemen PT KAI Divre I Sumut telah menyiapkan 337 personel keamanan. Petugas itu terdiri dari 92 personel polisi khusus kereta, 207 personel keamanan, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 38 orang. “Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile,” pungkas Ilud.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*