Lokomotif KA dan Sepeda Motor Tersambar Api dari Kompor Minyak

Polisi memasnag garing polisi di lokasi kebakaran lokomotif KA
Polisi memasang garis polisi di lokasi kebakaran KA
sumber : okezone

Malang – Api kompor minyak tanah di kawasan Jagalan, Kota Malang, Jawa Timur menyambar lokomotif KA dan sepeda motor yang sedang melintas.  Akibatnya lokomotif KA dan seped amotor tersebut hangus . Penyebabnya diduga karena kompor minyak tanah terlalu dekat dengan rel .

Lokomotif KA CC 2061316 awalnya akan berputar arah, tetapi akhirnya terbakar. Bagian yang terbakar adalah bagian mesin. Sementara sebuah sepeda motor yang belum diketahui nomor polisinya juga ikut terbakar dan tinggal menyisakan rangka.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2013 sore. Kebarakan ini mengagetkan warga sekitar perlintasan kereta api di Jalan Jagalan, Keluaraha Sukoharjo, Kecamatan Klojen. Mereka berbondong – bondong menuju lokasi kejadian untuk mengetahui peristiwa apa yang menyebakan kebakaran lokomotif KA dan sepeda motor ini.

Dugaan sementara petugas adalah karena adanya kompor minyak yang lupa dimatikan oleh sang pemilik. Dan kompor minyak tersebut berada dekat dengan rel kereta api.

“Lupa mematikan kompor, jadi membakar sebuah sepeda motor dan kereta api yang melintas,” ujar Imam, petugas Babinkamtibmas.

Seorang saksi dilokasi kejadian menyatakan kebakaran lokomoti fKA ini dipicu oleh ulah seorang pemuda yang mengumpulkan sisa sisa solar dari kereta api. Aliran solar ini yang disambar api dari kompor warga tersebut.

“Api dari kompor menyambar orang bawa minyak, minyak dari tangki,” jelas saksi, Miko.

Saksi juga menambahkan ada pemuda yang terluka parah akibat peristiwa ini. Namun pemuda tersebut belum diketahui identitasnya. Pemuda tersebut telah meninggalkan lokasi sebelum sempat dimintai keterangan.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.