Lupakan Ambisi Pengadaan KA Cepat, Pemerintah Diminta Benahi Jalur KA di Luar Jawa

Pengadaan cepat tampaknya belum memungkinkan untuk dilakukan di Indonesia, hal inilah yang mendasari Presiden untuk memutuskan beralih pada kereta berkecepatan sedang saja. dan yang semula sangat antusias dalam pengerjaan ternyata masih tertarik untuk memenagkan tender KA kecepatan menengah ini, ungkap Ketua Staf Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanand. Meski demikian, juga akan menawari pihak untuk ikut bermain dalam proyek ini. “Iya, mereka ( & China) masih minat, kita tender seluruh dunia. Kita juga tak mau kalau dan Cina saja, kita mau Eropa juga ikut,” ungkapnya.

Dalam proyek ini, Negara eropa seperti Jerman dan Perancis akan ikut bersaing demi memenangkan tender. Namun sebelumnya, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan uji kelayakan. “Karena ?ini tak bisa sendiri-sendiri. Ini (pengadaan transportasi KA menengah) harus sesuai dengan rencana transportasi nasional, baik keretanya atau pelabuhannya, pengangkutan itu. Jangan semua jalan sendiri malah tabrakan nanti,” perjelas Sofjan.

Jalur KA cepat – Bandung juga dinilai oleh sejumlah pihak belum terlalu dibutuhkan pada saat ini. Pemerintah sebaiknya mengalihkan perhatian pada jalur perkereta apian di luar pulau jawa, khusunya di Indonesia timur. “Biaya kereta api cepat lebih baik dialihkan untuk membiayai di luar Jawa daripada membangun kereta cepat. -Bandung cukup kereta menengah saja,” ucap Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba dalam sebuah diskusi Forum di , kemarin (13/9).