Mahalnya Tiket Pesawat Bikin Jumlah Penumpang Kereta Meningkat 5%

Eva Chairunisa, Humas DAOP 1 KAI - kaltara.antaranews.com
Eva Chairunisa, Humas DAOP 1 KAI - kaltara.antaranews.com

Jakarta – Di tengah mahalnya pesawat, moda lain seperti rupanya kecipratan berkah. Menurut Direktur Utama PT Indonesia (KAI) Edi Sukmoro, fenomena tingginya harga tiket pesawat ternyata telah membuat kereta api mengalami peningkatan hingga 5%.

“Penumpang meningkat kurang lebihnya kalau persediaan tempat duduknya dari 236.000 per hari menjadi 247.000 per hari. Jadi kurang lebih naiknya 3-5 persen lah. Tapi itu tempat duduknya ya,” ujar Edi Sukmoro, Jumat (17/5), seperti dilansir Merdeka.

Akan tetapi, Edi menjelaskan bahwa pihaknya tak dapat menambah jumlah tiket kereta walau mengalami kenaikan permintaan. “Hanya saja memang kalau kereta api tergantung keretanya, penumpang membludak seperti apa kita tidak bisa menambahi kalau kereta nya tidak ditambah. Ya pasti segitu-gitunya. Makanya kalau ditanya puncak itu kapan? Puncak manakala tiket terjual habis. Karena tidak bisa ditambah karena one man one seat,” papar Edi.

Pihak KAI sendiri memang telah memprediksi, bahwa sebelum mahalnya harga tiket pesawat juga akan berdampak pada peralihan penumpang ke moda transportasi kereta api. Akan tetapi, Managing Director of Commerce PT KAI Dody Budiawan mengaku perlu menganalisis hal tersebut terlebih dahulu. “Jadi gini, saya belum punya penelitian hal ini. Saya belum lakukan cek data intinya. Saya enggak tahu apakah hubungannya apakah pesawat tadi, tapi yang jelas penumpang kita memang naik, tiap tahun naik terus, pertumbuhannya tinggi,” beber Dody.

Meski demikian, ia menuturkan bahwa permintaan tiket KA dari tahun ke tahun memang menunjukkan tren kenaikan walaupun saat harga tiket pesawat masih normal. “Data tahun lalu 2018, itu setahun ada 420 juta penumpang dari sebelumnya sekitar 380 juta penumpang. Makanya kita selalu perbaiki layanan kita,” ucap Dody.

Adapun tiket KA untuk mudik 2019 dilaporkan hampir habis terjual. Penjualan tiket KA untuk keberangkatan mulai 26 Mei – 4 Juni 2019 sudah mencapai 89%. “Kereta jarak jauh seperti tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur, ketersediaan tiket H-7 sampai H-1 (29 Mei-4 Juni) mayoritas sudah habis,” tutur Humas DAOP 1 KAI, Eva Chairunisa.

Untuk kereta jarak jauh kini yang tersedia hanya untuk keberangkatan 26-29 Mei 2019, sedangkan jarak menengah umumnya masih tersedia walau jumlahnya sudah semakin menipis. “Relasi keberangkatan khususnya kereta jarak menengah seperti tujuan Cirebon, Bandung masih ada untuk H-1 sampai H-10 (26 Mei-4 Juni),” ucap Eva.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*