Marmaray : Terowongan Jalur Kereta Bawah Laut, Penghubung Eropa Asia

Marmaray_terowongan jalur kereta bawah laut Istanbul2
Marmaray :terowongan jalur kereta bawah laut Istanbul
Sumber : reuteurs

Karena Istanbul, Turki terbagi dalam dua wilayah yaitu Benua Eropa dan Benua Asia. Mendasari hal Ini Istabul, Turki membuat terowongan kereta bawah laut. Terowongan ini memiliki panjang 1,4 km. Para wisatawan yang ingin melihat terowongan ini dapat langsung datang ke Istanbul, Turki.

Pada 150 tahun yang lalu kekhalifahan Usmaniyah telah bermimpi untuk membuat terowongan kereta bawah laut yang dapat menghubungkan dua benua ini.

Akhirnya mimpi ini diwujudkan oleh PM Turki Recep Tayyip Erdogan dengan meresmikannya terowongan kereta bawah laut yang menghubungkan Istanbul Asia dan Istanbul Eropa.

Marmaray_terowongan jalur kereta bawah laut Istanbul3
Marmaray :terowongan jalur kereta bawah laut Istanbul
Sumber : reuteurs

News.com pada Rabu, 30 Oktober 2013 memberitakan bahawa terowongan ini memiliki nama Marmaray dengan panjang 13,6 km dan berada 1,4 km dibawah laut.

“Saya berharap kepada Tuhan agar Marmaray yang kita resmikan hari ini bermanfaat untuk Istanbul, untuk negara kita dan untuk umat manusia,” kata Erdogan saat peresmian.

Biaya untuk pembuatan ini hingga menelan 3 miliar Euro atau (Rp 45,7 triliun). Nantinya dengan persemian ini dapat membawa 1,5 juta setiap harinya adagar dapat mengurangi kemancetan yang ada di Istanbul.

Pembuatan proyek ini bukan dengan cara menggalin tanah dibawah laut. Namun terowongan ini dibuat diluar laut dengan bentuk potongan-potongan kemudian dimasukkan kedalam 55 meter didalam laut dan kemudian disambungkan.

proyek ini memakan waktu selama 8 tahun, namun sempat terhenti karena penemuan benda arkelogi dijalur terowogan. Terowongan kereta bawah laut ini dijamin tahan gempa hingga 9 skala Richter.

Marmaray_terowongan jalur kereta bawah laut Istanbul
Marmaray :terowongan jalur kereta bawah laut Istanbul
Sumber : reuteurs

 

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.