Terlalu Tipis, Masker Scuba Dilarang di KRL dan Kereta Jarak Jauh

Anne Purba, VP Corporate Communication PT KCI - jakarta.tribunnews.com
Anne Purba, VP Corporate Communication PT KCI - jakarta.tribunnews.com

Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan jarak jauh dan ( rel listrik) memang diwajibkan untuk memakai masker guna mencegah penyebaran corona. Namun, baik () maupun PT KCI (Kereta Commuter Indonesia), melarang untuk mengenakan masker scuba dan buff karena dinilai tidak begitu efektif dalam menangkal virus.

“Calon penumpang dianjurkan menggunakan masker yang efektif untuk menahan droplet atau cairan,” jelas VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, seperti dilansir dari Kompas. “Namun, hindari penggunaan jenis scuba maupun yang hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.”

Anne mengimbau agar penumpang setidaknya memakai masker kain yang terdiri dari dua lapisan. Pasalnya, penggunaan masker scuba, buff, atau kain saja tidak akan cukup dalam menutupi hidung dan mulut secara sempurna. “Untuk bersama, sangat dianjurkan menggunakan masker yang efektivitasnya mencukupi dalam mengurangi droplet atau cairan,” tandas Anne.

Sementara, menurut penjelasan Vice President Public Relations PT KAI, Joni Martinus, masker itu (scuba dan buff) dinilai tidak efektif dalam menangkal droplet. Joni menjelaskan bahwa sejak awal pandemi COVID-19, PT KAI sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi para penumpang kereta api jarak jauh, salah satunya mewajibkan penumpang memakai masker dan face shield selama hingga meninggalkan stasiun. “Tempat duduk juga diatur untuk tidak berhadapan,” kata Joni. 

Sayangnya, larangan penggunaan masker scuba tampaknya masih tidak digubris oleh banyak penumpang KRL. Tidak sedikit dari mereka yang masih mengenakan masker tersebut saat menumpang KRL. Selain belum mengetahui peraturan yang diimbau oleh PT KCI, alasan lain yang dikemukakan penumpang adalah karena bahan masker scuba lebih tipis sehingga lebih nyaman ketika dipakai.

“Memang masker scuba tipis, tetapi nyaman nggak buat sesak napas,” ujar salah satu penumpang di Stasiun Jurangmangu, seperti dilansir dari Pikiran Rakyat. “Sebenarnya, saya tidak masalah jika ada pelarangan masker scuba di dalam kereta, karena itu semua juga untuk yang terbaik. Saya sendiri sebenarnya juga belum tahu kalau ada pelarangan masker scuba.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*