Mengenal Kereta Api Uap Pertama

telah menjadi salah satu alat favorit bagi masyarakat. Kenyamanan bepergian menggunakan yang cenderung memiliki durasi waktu lebih cepat dibandingkan alat transportasi darat yang lain membuat peminat transportasi kian meningkat dari hari ke hari, apalagi semenjak ditingkatkannya kualitas dalam perkeretaapian di indonesia.

Selain dari segi kenyamanan, bepergian dengan menggunakan sarana transportasi kereta api juga memiliki sensasi romantik dan historisnya sendiri. Suara peluit dan klakson panjang yang khas tiap kali kereta api hendak berangkat adalah salah satu ciri kereta api yang tetap bertahan dari dulu hingga kini. Hal ini membuat nuansa klasik dan historikal dari kereta api menjadi sesuatu yang menarik dalam dunia modern ini.

Berbicara tentang nilai historikal, apakah anda tau tentang kereta api uap pertama yang ada di dunia?

Kereta api uap pertama ditemukan oleh seorang ilmuwan berkebangsaan bernama William Murdoch yang lahir dan besar di Skotlandia. William Murdoch menemukan kereta api uap pertamanya pada tahun 1784.

Pada awalnya kata kereta identik dengan kereta yang ditarik oleh seekor kuda hingga beberapa ekor kuda tergantung oleh besar dari kereta dan beban yang dibawanya. Masyarakat di pada masa itu lazimnya bepergian dengan kereta yang ditarik dengan kuda apabila bepergian agak jauh dari tempat tinggalnya.

Dalam perkembangan perindustrian di Eropa, kereta kuda ini kemudian juga menjadi alat pengangkutan bahan-bahan tambang. Kereta ini lantas banyak ditemui di daerah-daerah pertambangan. Supaya dapat meringankan beban yang diangkut, maka kereta kuda ini berjalan di jalur yang dibuat khusus dari besi dan dinamai trem.

Kereta api uap pertama yang diciptakan oleh Murdock berbentuk kendaraan roda tiga yang menggunakan mesin dan boiler yang diletakkan di antara dua roda yang lebih besar, dan bagian depan terdapat roda yang lebih kecil. Mekanisme lokomotif tersebut memasukkan beberapa inovasi seperti katup pengaman dan menggunakan sistem katup baru pada katup D-Slide.

Pada tahun 1804, Richard Trevithick kemudian menciptakan mesin lokomotif yang dirangkai dengan kereta. Penyempurnaan lokomotif tersebut kemudian dilakukan oleh George Stephenson.

George Stephenson merubah merubah lokomotif tersebut menjadi yang lebih efektif , memiliki daya yang lebih besar serta dapat menarik lebih banyak kereta. Kereta uap yang telah disempurnakan ini kemudian digunakan berabad-abad hingga pada tahun tahun 1925, kereta bermesin diesel karya Rudolf Christian Karl Diesel untuk yang pertama mulai dioperasikan hingga saat ini.